PENERAPAN BUILD BACK BETTER UNTUK PEMULIHAN BENCANA DI KAWASAN PESISIR
DOI:
https://doi.org/10.30659/pondasi.v30i1.47296Abstract
Wilayah pesisir merupakan kawasan dengan kerentanan tinggi terhadap bencana seperti tsunami, banjir rob, dan abrasi. Studi ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip Build Back Better (BBB) dalam pemulihan pascabencana di kawasan pesisir Indonesia. Dengan menggunakan metode studi literatur dari berbagai jurnal dan dokumen kebijakan, kajian ini membandingkan pendekatan pemulihan di Banda Aceh, Palu, dan Serang. Hasil menunjukkan bahwa implementasi BBB mencakup peningkatan desain struktur bangunan, penataan tata guna lahan berbasis multi bencana, penguatan sistem sosial dan ekonomi, serta pentingnya regulasi dan pemantauan berkelanjutan. Meski terdapat keberhasilan, masih ditemukan tantangan seperti lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, kurangnya indikator kuantitatif dalam evaluasi, serta terbatasnya keterlibatan masyarakat lokal dalam perencanaan. Oleh karena itu, penerapan BBB harus lebih terintegrasi, adaptif, dan inklusif untuk mewujudkan kawasan pesisir yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.
Kata kunci: Build Back Better, pemulihan bencana, kawasan pesisir, pengurangan risiko, pemantauan dan evaluasi.
References
Makino, M., Matsuda, H., & Sakurai, Y. (2013). Management of marine socio-ecological systems in response to the global environmental change: Initiatives of a Japanese university. Current Opinion in Environmental Sustainability, 5(3-4), 207-212. https://doi.org/10.1016/j.cosust.2013.06.002
Stojanovic, T., & Ballinger, R. C. (2009). Integrated coastal management: A comparative analysis of four UK initiatives. Applied Geography, 29(1), 49-62. https://doi.org/10.1016/j.apgeog.2008.07.005
United Nations General Assembly. (2016). Report of the open-ended intergovernmental expert working group on indicators and terminology relating to disaster risk reduction (A/71/644). Geneva: United Nations. (Adopted in Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (2007). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. (2015). United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). https://www.undrr.org/implementing-sendai-framework/what-sendai-framework
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). (2024). Penerapan; Pemulihan. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud.
BRR NAD-NIAS. (2009). Buku Putih: Pelajaran Dari Rekonstruksi Aceh dan Nias 2005-2009. Banda Aceh: Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias.
BNPB. (2019). Laporan Tahunan: Penanggulangan Bencana Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004). At Risk: Natural Hazards, People's Vulnerability and Disasters (2nd ed.). Routledge.
UNISDR. (2015). Making Development Sustainable: The Future of Disaster Risk Management. Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction.