PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA SAMIN GUNA MENYUKSESKAN GERAKAN LITERASI
DOI:
https://doi.org/10.30659/pendas.8.1.51-62Kata Kunci:
budaya Samin, bahan ajar, gerakan literasi sekolahAbstrak
Penelitian yang telah dilakukan ini, berfokus pada pengembangan bahan ajar yang berbasis kearifan lokal budaya Samin yang berasal dari Blora. Tujuan dari penelitian yaitu mengembangkan bahan ajar , serta mengetahui bahwa produk yang dikembangkan mampu menyukseskan Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian Research and Development dilaksanakan di SDN Sambongwangan 01 dan SDN Sambongwangan 02. Hasil penelitian ini adalah: (1) penyusunan pengembangan bahan ajar ini menggunakan 10 tahapan Borg and Gall (potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan produksi massal);(2) Kevalidan dari produk bahan ajar yang dikembangkan telah divalidasi oleh 2 validator yaitu ahli bahasa dan ahli media dan mendapatkan skor rata-rata 0,74 dengan kategori “Tinggi†sehingga dinyatakan valid; (3) Keberhasilan bahan ajar yang kembangkan dalam menyukseskan Gerakan Literasi berdasakan indikator pada panduan GLS. Produk bahan ajar dinyatakan mampu menyukseskan Gerakan Literasi berdasarkan hasil respon guru dan siswa dalam skala kecil dan skala besar menghasilkan skor presentase rata-rata 81,04% dengan kategori “Sangat Praktis†dalam artian praktis digunakan untuk menyukseskan Gerakan Literasi.Referensi
Azizah, N. (2013). Pengembangan Buku Bacaan Cerita Rakyat Bahasa Jawa Berbasis Kontekstual di Kabupaten Brebes (Skripsi, Universitas Negeri Semarang).
Cahyaningtyas, A.P. (2017). Language-Rich Classroom Sebagai Perwujudan Sarana yang Mendukung Gerakan Literasi Di Sekolah Dasar. Prosiding Seminar Nasional, 87.
Hamdani. (2011). Strategi belajar mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Kemendikbud. (2017). Pedoman penilaian dan evaluasi gerakan literasi nasional. 1–66. Retrieved from http://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-content/uploads/2017/08/pedoman-penilaian-evaluasi-gln.pdf.
Nurdyansyah, N. (2018). Pengembangan bahan ajar modul Ilmu Pengetahuan Alam bagi siswa kelas IV sekolah dasar. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Oktavianti., I., Zuliana., E., & Ratnasari., Y. (2017). Menggagas kajian kearifan budaya lokal di sekolah dasar melalui gerakan literasi sekolah. Prosiding Seminar Nasional, 35–42.
Puspitasari, C. D., & Gunawan, M. (2019). Sedulur sikep traders negotiate the social values of ajaran Samins. International Conference on Rural Studies in Asia (ICoRSIA 2018), 185-188. Atlantis Press.
Rediarti, A. (2015). Pengembangan buku pengayaan cara menulis teks penjelasan bermuatan nilai budaya lokal untuk peserta didik kelas V sekolah dasar. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, 4(1).
Rizki, M. N., & Rini, H. S. (2015). Pendidikan formal dalam perspektif Sedulur Sikep (Studi kasus pada Sedulur Sikep Desa Klopoduwur Kabupaten Blora). Solidarity: Journal Of Education, Society And Culture, 4(2).
Santosa, O. E. (2015). Revitalisasi dan eksplorasi kearifan lokal (Local Wisdom) dalam konteks pembangunan karakter bangsa. Forum (Semarang), 40(2), 12–26.
Santoso, H. (2011). Peran buku bacaan dan lingkungan dalam menunjang perkembangan bahasa anak.
Sugiono. (2017). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Wiedarti, P., & Laksono, K. (2016). Panduan gerakan literasi sekolah di sekolah dasar. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.






