Ikatan Polimer Pmma Dengan Titanium Dioksida
DOI:
https://doi.org/10.30659/medali.6.2.103-112Kata Kunci:
polimer, PMMA, titanium dioksida, silane coupling agent, ikatanAbstrak
Background: Basis gigi tiruan umumnya dibuat menggunakan polimer PMMA dikarenakan sifat-sifat dan kelebihan yang dimiliki, namun ada beberapa kekurangan sehingga dilakukan berbagai upaya untuk menegakkan sifat-sifat tersebut, salah satunya dengan penambahan metal oxide titanium dioksida nanopartikel. PMMA-TiO2 memiliki beberapa kelemahan diantaranya adanya pembentukan aglomerasi akibat kurangnya dispersi yang kurang baik dan menyebabkan ikatan atau adhesi yang kurang diantara mereka sehingga perlunya dilakukan grafting atau memodifikasi permukaan dari TiO2 dan dilakukannya silanisasi. Silanisasi merupakan metode pengaktifan dari silane coupling agent agar dapat berperan sebagai jembatan molekuler antara bahan organik dan anorganik melalui reaksi hidrolisis yang menghasilkan gugus silanol (Si-OH) dan berikatan dengan gugus hidroksil (OH) pada substrat membentuk ikatan hidrogen, kemudian reaksi kondensasi yaitu pelepasan molekul air (H2O) sehingga membentuk ikatan Si-O-Ti. Tujuan literatur ini adalah mengulas jenis ikatan polimer PMMA-TiO2 dengan penambahan silane coupling agent.
Method: Pengumpulan literatur yaitu dengan menggunakan metode PICO (Problem, Intervention, Comparison, Outcome) dengan menulusuri basis data elektronik PubMed, Science Direct, dan Google Scholar.
Result: Ikatan polimer PMMA-TiO2 yaitu ikatan van der Waals yang merupakan ikatan lemah. SCA ditambahkan agar terbentuk ikatan yang kuat yaitu ikatan kovalen
Conclusion: Ikatan PMMA-TiO2 akan lebih baik menggunakan silane coupling agent sebagai jembatan molekuler sehingga menciptakan adhesi yang baik dengan terbentuknya ikatan kovalenUnduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.