Fenomena Cancel Culture dan Kesadaran Netiket Pelajar SMA di Surabaya pada Aksi Panggung Musisi

YUSUFIL HAMDHANI AKBAR

Abstract


Twitter melalui fitur trending topiknya kian digemari untuk mengungkapkan gagasan pribadi terhadap isu populer. Beragamnya gagasan seringkali membentuk penerimaan dan penolakan apalagi jika melibatkan publik figur. Salah satu gagasan penolakan populer dengan sebutan cancel culture yang dilakukan di Twitter. Di setiap terjadinya cancel culture, beragam komentar penolakan terekam dalam jejak digital pengguna Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fenomena cancel culture dan kesadaran netiket pelajar SMA di Surabaya pada aksi panggung musisi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara primer berupa wawancara mendalam dan data sekunder berupa hasil studi literatur pada penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi cancel culture yang dilakukan oleh pelajar SMA di Surabaya pada aksi panggung musisi Pamungkas di Twitter. Cancel culture dilakukan yaitu mulai dari meng-unfollow akun media sosial, berhenti menikmati lagunya, sampai melakukan ujaran kebencian di Twitter, baik berupa komentar di akun lain maupun membuat tweet di timeline-nya. Setiap informan memahami dan menerapkan netiket yang berbeda satu sama lain, sehingga para pelajar SMA khususnya informan dalam penelitian ini masih membutuhkan evaluasi dan edukasi agar bisa lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial khususnya Twitter. Boleh berkomentar sebagai tanggapan atas aksi orang lain namun harus tetap ada dalam koridor yang sesuai dengan etika.

Kata Kunci: Disonansi Kognitif, Cancel Culture, Twitter

Full Text:

PDF

References


Altamira, M., & Movementi, S. (2022). Fenomena Cancel Culture Di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur. 1(June).

Annur, C. M. (2022). Tulus Ungguli BTS hingga Taylor Swift di Spotify Wrapped Indonesia 2022. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/12/01 /tulus-ungguli-bts hingga-taylor-swift-di-spotify-wrapped-indonesia-2022.

Bungin, B. (2017). Metodologi penelitian kualitatif: aktualisasi metodologis ke arah ragam varian kontemporer (Burhan Bungin (Ed.)). Rajawali Press.

Dershowitz, A. (2020). Cancel culture: The latest attack on Free Speech and due process. Skyhorse Publishing Company, Incorporated.

Festinger, L. A Theory of Cognitive Dissonance, Evanston, IL: RowPeterson.1957.

Kasali, R. (12 Mei 2022). Karir Mereka Buyar Karena Cancel Culture, Seberapa Kuat Sebenarnya Budaya Ini?- Rhenald Kasali [Video]. Youtube. https://youtu.be/Pe2kQE63ak8

Mayasari, F. (2022). Etnografi virtual fenomena cancel culture dan partisipasi pengguna media terhadap tokoh publik di media sosial. Journal of Communication and Society, 1(01), 27–44. https://doi.org/10.55985/jocs.v1i01.15

Merriam-Webster. (n.d.). Cancel Culture. https://www.merriamwebster. com/dictionary/cancel%20culture.

Microsoft. (2021). Studi terbaru dari Microsoft menunjukkan peningkatan digital civility (keadaban digital) di seluruh kawasan asia-pacific selama masa pandemi – Indonesia News Center. https://news.microsoft.com/id-id/2021/02/11/studi-terbaru-dari-microsoft-menunjukkan-peningkatan-digital-civility-keadaban-digital-di-seluruh-kawasan-asia-pacific-selama-masa-pandemi/

Moleong, L. J. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Ng, E. (2022). Cancel culture a critical analysis. Ohio: Palgrave Macmillan.

Penulis video YouTube. [Nama Pengguna] (Tanggal publikasi). Judul video [Video]. Youtube. url

Sitepu, Y. S. (2017). Persepsi mahasiswa fisip Universitas Sumatera Utara mengenai netiket di dunia maya. Sociae Polites, 15(1), 85–104. https://doi.org/10.33541/sp.v15i1.443

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:PT Alfabet.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Video YouTube yang mencantumkan nama asli pembuatnya adalah sebagai berikut:

Wonkliping, S., Surasmi R. (2022). Prosiding jurnalistik cancel culture dalam pemberitaan kasus bullying artis korea di Instagram. 260–265.

Zulfiqar, M. A. (2021). Publik Figur, Netizen, dan “Cancel Culture†Halaman 1 - Kompasiana.com.https://www.kompasiana.com/artzry/6034aab78ede4818223f3262/publik-figur-netizen-dan-cancel-culture




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/jikm.v11i2.28916

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Â