Re-Engineering Pada Proyek Pembangunan Sarana Prasarana Pemerintahan II di Ibu Kota Negara
Abstract
ABSTRAK
Pemindahan ibu kota negara ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan proyek pembangunan strategis nasional yang memiliki tingkat kompleksitas konstruksi tinggi serta target waktu pelaksanaan yang ketat, khususnya pada pembangunan bangunan Istana dan Kantor Wakil Presiden. Kondisi tersebut menuntut penerapan metode pelaksanaan yang efektif dan efisien untuk menjamin pencapaian target mutu, waktu, dan biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan re-engineering pada pekerjaan struktur beton, khususnya pekerjaan plat lantai, melalui evaluasi metode pengecoran dan bekisting. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tahapan re-engineering yang meliputi tahap informasi, kreatif, analisis, dan rekomendasi. Identifikasi pekerjaan kritis dilakukan menggunakan Breakdown Cost Model dan analisis Pareto, sedangkan evaluasi alternatif metode dilakukan melalui analisis waktu–biaya berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB), analisis harga satuan pekerjaan, serta perbandingan durasi pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metode bekisting sistem dan beton ready mix dengan concrete pump yang ditambahkan aditif superplasticizer Sika Viscocrete 8007 merupakan alternatif paling optimal. Penerapan metode tersebut mampu mengurangi durasi pekerjaan sebesar 66 hari dibanding metode eksisting serta menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp327.419.470,00 tanpa menurunkan mutu pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan re-engineering metode konstruksi dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek infrastruktur pemerintahan dan mendukung percepatan pembangunan kawasan inti pemerintahan secara lebih efektif.
Kata Kunci: Ibu Kota Nusantara (IKN), percepatan pekerjaan, metode kerja beton, ready mix concrete, superplasticizer, bekisting semi sistem.
ABSTRACT
The relocation of Indonesia’s capital city to the Nusantara Capital City (IKN) represents a strategic national development project characterized by high construction complexity and strict completion targets, particularly in the construction of the State Palace and the Vice Presidential Office buildings. These conditions require effective and efficient construction methods to ensure the achievement of quality, time, and cost targets. This study aims to analyze the implementation of re-engineering in concrete structural works, specifically floor slab construction, through the evaluation of casting and formwork methods. The research employs a quantitative approach using re-engineering stages consisting of information, creative, analysis, and recommendation phases. Critical work items were identified using the Breakdown Cost Model and Pareto analysis, while alternative methods were evaluated through time–cost analysis based on the Bill of Quantities (BOQ), unit price analysis, and schedule comparison. The results indicate that the combination of system formwork and ready-mix concrete using a concrete pump with the addition of the superplasticizer Sika Viscocrete 8007 is the most optimal alternative method. The implementation of this method reduces project duration by 66 days and achieves cost efficiency of IDR 327,419,470 compared to the existing method without compromising construction quality. These findings demonstrate that the application of construction method re-engineering can significantly improve project efficiency and support the acceleration of government infrastructure development within the core administrative area.
Keywords:Nusantara Capital (IKN), construction acceleration, concrete work methods, ready-mix concrete, superplasticizer, semi-system formwork.
Full Text:
FULL PAPERReferences
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2020). Kajian pemindahan ibu kota negara. Bappenas Republik Indonesia.
Ervianto, W. I. (2015). Manajemen proyek konstruksi (Edisi revisi). Andi.
Kerzner, H. (1982). Project management for executives. Van Nostrand Reinhold.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2018a). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 22/PRT/M/2018 tentang pembangunan bangunan gedung negara. Kementerian PUPR.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2018b). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 22/PRT/M/2018 tentang pembangunan struktur bangunan gedung negara. Kementerian PUPR.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2020). Sayembara gagasan desain kawasan ibu kota negara. Kementerian PUPR.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2021). Dokumen lingkup pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan ibu kota negara. Kementerian PUPR.
Project Management Institute. (2017). A guide to the project management body of knowledge (PMBOK guide) (6th ed.). PMI.
Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2019a). Pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada sidang tahunan MPR RI tanggal 16 Agustus 2019. Sekretariat Negara RI.
Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2019b). Pernyataan Presiden Republik Indonesia mengenai pemindahan ibu kota negara tanggal 26 Agustus 2019. Sekretariat Negara RI.
Widiasanti, I. (2013). Manajemen konstruksi. Remaja Rosdakarya.
DOI: http://dx.doi.org/10.30659/jkr.v6i1.50375
Refbacks
- There are currently no refbacks.