Pengembangan Wilayah Agropolitan Untuk Menyelaraskan Kota dan Desa

Alia Miranti, Eppy Yuliani

Abstract


Pengembangan wilayah Kawasan agropolitan merupakan titik tumbuh ekonomi daerah dengan basis pertanian. Perkembangan wilayah dengan agropolitan ini dilakukan desa dan kota yang memiliki potensi di bidang pertanian, tetapi potensi ini tidak menjadikan hal untuk berkembang yang sama antara desa dan kota. Perkembangan menyababkan kesenjangan anatar desa dan kota. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara untuk menyelaraskan pertumbuhan perkotaan dan pedesaan melalui agropolitan. Metode mengidentifikasi potensi, ketersediaan kriteria pusat pertumbuhan dengan pendekatan deskriptif. Analisis menggunakan variabel temuan dari tiga studi kasus dengan mengkomparasikan hasil temuan dari masing-masing studi kasus. Hasil dari komparasi diketahui bahwa untuk menyelaraskan pengembangan desa dan kota dengan agropolitan dipengaruhi kebijkan fungsi lahan  jenis komoditas, dan infrastruktur pertanian yang mendukung menjadi pusat kegiatan agribisnis.

Kata Kunci : Agropolitan, Perkembangan, Desa, Kota


Full Text:

PDF

References


Basuki, A. T. (2012). Pengembangan Kawasan Agropolitan. Jurnal Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 13(1), 53–71.

Manik, T. R., Adrianto, D. W., & Subagiyo, A. (2013). Kajian Pengembangan Kawasan Agropolitan Seroja Kabupaten Lumajang. Jurnal Tata Kota Dan Daerah, 5(1), 65–76. https://tatakota.ub.ac.id/index.php/tatakota/article/view/173

Patiung, M., Wisnujati, N. S., MJH, S. R., Wanto, H. S., & Ernawati. (2020). Pengembangan Kawasan Agropolitan Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Tahun 2020. Jurnal Ilmiah Sosio Agribisnis, 20(1), 86–101.

Setyanto, A., & Irawan, B. (2016). Pembangunan Berbasis Wilayah : Dasar Teori, Konsep Operasional Dan Implementasinya Di Sektor Pertanian. Ekoregion, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, 62–82.

Sosiologi, D., Ilmu, F., Politik, I., & Airlangga, U. (n.d.). Pengembangan kawasan agropolitan Bromo Tengger Semeru Agropolitan area development Bromo Tengger Semeru. 1–17.

Surabaya, U. N. (2020). Konsep Umum Pengembangan Wilayah Dalam Geografi Di. November, 0–4.

Suroyo, B., & Handayani, W. (2014). Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 25(3), 262–263. https://doi.org/10.5614/jpwk.2015.25.3.5

Suyitman, -, & Sutjahjo, S. H. (2011). Analisis Tingkat Perkembangan Kawasan Agropolitan Desa Perpat Kabupaten Belitung Berbasis Komoditas Unggulan Ternak Sapi Potong. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 13(2), 130. https://doi.org/10.25077/jpi.13.2.130-140.2011

Tukidi, H. dan. (2007). konsep pengembangan wilayah dan penataan ruang indonesia di era otonomi daerah. 5, 63–65.

Widhaswara, C. Y., & Sardjito, S. (2017). Penentuan Kawasan Agropolitan berdasarkan Komoditas Unggulan Tanaman Hortikultura di Kabupaten Malang. Jurnal Teknik ITS, 6(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v6i2.25000




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/jkr.v3i2.29506

Refbacks

  • There are currently no refbacks.