Keseimbangan Monodualistik antara Kepentingan Masyarakat dan Individu dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.26532/jh.v31i1.657Abstrak
Abstrak
Pembaharuan hukum pidana di Indonesia yang tertuang dalam konsep KUHP 2012 lebih mengedepankan nilai-nilai keseimbangan, khususnya keseimbangan monodialistik antara kepentingan masyarakat dan kepentingan individu. Nilai keseimbangan ini merupakan perwujudan nilai-nilai dari Pancasila dan UUD 1954. Adanya Nilai keseimbangan ini diharapkan dalam penegakan hukum pidana khususnya ditingkat pemeriksaan di pengadilan terwujud keadilan. Dalam pembaharuan hukum pidana ini sentral penegakan hukum pidana ada pada para hakim. Oleh sebab itu perlu menjaga kualiatas hakim baiktingkat kecerdasannya maupun integritasnya. Disamping itu perlu adanya peningkatan pengawasan terhadap hakim-hakim baik yang dilakukan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial dan masyarakat. Sehingga tidak terjadi mafia peradilan.
Kata Kunci: Keseimbangan monodualistik, Kepentingan masyarakat dan Individu, Pembaharuan Hukum Pidana
Abstract
Indonesia penal reform conained in the concept of the Crimonal Code in 2012 put forward the values of balance, especialy monodualistic balance between the interest of society and personal. The value of this balance is the embodiment of Pancasila and the 1945 Constitution. Expected value on the balance in the ecforement of criminal law, especialy at the level of examination in a court of justice materialize. In penal reform, th ecentral penal is on the judges. Therefore it is necessary to maintain the quality of judges both in the level of intelligence and integrity. In addition, the need for increased scrunity of the gudges both in the supreme court, the Judicial Commision and the public. So the judicial mafia is terminated.
Keywords: Monodualistic Balance, The Interest of Society and the personal, Criminal Law reform
Referensi
Barda Nawawi Arief, 2009, Tujuan dan Pedoman Pemidanaan, Badan Penerbit, UNDIP Semarang
, 2009, RUU KUHP Baru Sebuah Rekonstruksi Sistem Hukum Pidana Indonesia, Badan Penerbit UNDIP Semarang
, 2003, Kapita Selekta Hukum Pidana. PT. Citra Aditya Bakti, Bandung
, 1994, Kebijakan Legislatif dalam Penanggulangan Kejahatan dengan Hukum Pidana Penjara, CV Ananta Semarang
Imade Widnyana, 2010, Asas-Asas Hukum Pidana. Fikahati Anesta, Jakarta
Moeljatno, 1978, Kitap Undang-Undang Hukum Pidana. Yogyakarta
Satjipto Raharjo, 2009, Hukum Progresif Sebuah Sintesa Hukum Indonesia, Genta Publising, Yogyakarta
Sri Endah Wahyuningsih, 2013, Prinsip-prinsip Individualisasi Pidana dalam Hukum Pidana Islam dan Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia, Badan Penerbit UNDIP, Semarang
UUD 1945
Konsep KUHP tahun 2012
Buletin Komisi Yudisial, Volume VI, No.4, Edisi Januari-Pebruari 2012
Putusan Mahkamah Agung No. 1926 K/PID/2010
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

