ONOMATOPE INDONESIA DAN VIETNAM SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA

Authors

  • Andriyana Andriyana Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Kuningan,
  • Ho Ngoc Hieu University of Social Sciences and Humanities, Viet Nam National University Ho Chi Minh City, Ho Chi Minh City, Viet Nam
  • Arip Hidyat Universitas Kuningan

DOI:

https://doi.org/10.30659/jpbi.13.1.1-8

Keywords:

Fonologi, Onomatope, Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Pemerolehan Bahasa, Pengalaman Sensorik

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran onomatope dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dengan mengacu pada konsep pemerolehan bahasa awal pada anak-anak. Berdasarkan kajian dari beberapa penelitian sebelumnya, onomatope dianggap sebagai alat yang efektif dalam menghubungkan bahasa dengan pengalaman sensorik dan mempercepat pemahaman serta produksi kata dalam bahasa baru. Dalam konteks BIPA, onomatope memiliki potensi besar untuk membantu pembelajar memahami dan mengingat kata-kata dengan lebih mudah karena sifatnya yang ikonik dan langsung mengindikasikan makna melalui bunyi. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana onomatope dapat meningkatkan kemampuan fonologis pembelajar BIPA, sekaligus membantu mereka membangun asosiasi antara suara dan makna kata dalam situasi komunikasi yang lebih alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menganalisis jenis-jenis onomatope yang ditemukan dalam Bahasa Indonesia dan membandingkannya dengan bahasa Vietnam. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dengan pengajar dari USSH dan UNIKU dengan sampel perolehan data menggunakan teknik purposif sampling. Fokus penelitian mencakup empat kategori utama onomatope: suara hewan, suara alam, suara benda, dan suara tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa onomatope dalam kategori-kategori ini memiliki kontribusi dalam pembelajaran BIPA, membantu pembelajar dalam mengenali dan memproduksi kata-kata dengan cara yang lebih intuitif dan efektif.

References

Alfarisy, F., Baihaqy, M. R., Utomo, A. P., & Afifurrohman, N. (2022). Analisis Onomatope dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Jawa. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 1(11), 1047–1053.

Assaneo, M. F., Nichols, J. I., & Trevisan, M. A. (2011). The Anatomy of Onomatopoeia. PloS One, 6(12), e28317.

Bredin, H. (1996). Onomatopoeia as a Figure and a Linguistic Principle. New Literary History, 27(3), 555–569.

Catricalà, M., & Guidi, A. (2015). Onomatopoeias: a New Perspective Around Space, Image Schemas and Phoneme Clusters. Cognitive Processing, 16, 175–178.

Febrian, M. W., Syahlan, D. F., Qinthara, A., Debora, K. E., & Carmelita, O. (2022). Penyimpangan Bunyi Onomatope: Studi Kasus Fonologi dalam Lagu Anak-Anak Berbahasa Inggris. Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 2(1), 57–74.

Hadi, I. (2013). A Comparison of Onomatopoeia in Foreign, Indonesian, and Local Languages. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 4(2), 184–192.

Handayani, L., & Isnaniah, S. (2020). Analisis Kelayakan Isi Buku Ajar Sahabatku Indonesia dalam Pembelajaran BIPA. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(1), 25–35.

Hapsari, R. (2017). The Convergence of Onomatope Animal Sounds between Indonesian and English. ADJES (Ahmad Dahlan Journal of English Studies), 4(1), 36–52.

Inose, H. (2007). Translating Japanese Onomatopoeia and Mimetic Words. Translation Research Projects, 1, 97–116.

Junaid, S., Muzzammil, A., Mujizat, A., & Andini, C. (2023). Onomatopoeia Variation Among Cultures: An Exploration in Selected Children’s Story Books. ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 6(4), 658–664.

Kim, S., Yoo, S. H., Jang, J., Cho, Y., Yang, Y., & Yim, D. (2019). Usage of Onomatopoeic and Mimetic Words in Vietnamese-Korean Bilingual Compared to Korean Monolingual Families. Communication Sciences & Disorders, 24(2), 288–298.

Komatsu, M. (2021). Cross-Culturally and Phonetically Common?-A Short Note on Onomatopoeias for Animal Sounds. 神奈川大学言語研究, 43, xxx–xxxii.

Körtvélyessy, L. (2020). Onomatopoeia–A Unique Species? Studia Linguistica, 74(2), 506–551.

Laing, C. (2019). A Role for Onomatopoeia in Early Language: Evidence from Phonological Development. Language and Cognition, 11(2), 173–187.

Laing, C. E. (2017). A Perceptual Advantage for Onomatopoeia in Early Word Learning: Evidence from Eye-tracking. Journal of Experimental Child Psychology, 161, 32–45.

Laing, C. E. (2019). Phonological Motivation for the Acquisition of Onomatopoeia: An Analysis of Early Words. Language Learning and Development, 15(2), 177–197.

Mataram, S., Wicaksono, A. R., Ismail, A. I., & Ardhianto, P. (2024). The Potential of Onomatopoeia from Javanese Culture as Assets for Visual Work Creation. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 22(2), 182–192.

Motamedi, Y., Murgiano, M., Perniss, P., Wonnacott, E., Marshall, C., Goldin‐Meadow, S., & Vigliocco, G. (2021). Linking Language to Sensory Experience: Onomatopoeia in Early Language Development. Developmental Science, 24(3), e13066.

Muliawati, I., & Yusnida, D. (2019). Acehnese Onomatopoeias: Investigating, Listing, and Interpreting Their Meanings. Englisia: Journal of Language, Education, and Humanities, 7(1), 82–101.

Nurhidayati, S. A., & Mulyadi, M. (2024). Struktur Semantik Onomatope Bahasa Indonesia Pendekatan Metabahasa Semantik Alami. Semantik, 13(2), 219–238.

Pham, A. H., & Alves, M. (2024). 28 Onomatopoeia in Vietnamese. Onomatopoeia in the World’s Languages: A Comparative Handbook, 10, 331.

Sasamoto, R. (2019). Onomatopoeia and Relevance: Communication of Impressions via Sound. Springer Nature.

Sasamoto, R., & Jackson, R. (2016). Onomatopoeia–Showing-word or Saying-word? Relevance Theory, Lexis, and the Communication of Impressions. Lingua, 175, 36–53.

Ulfatin, N. (2022). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan: Teori dan Aplikasinya. Malang: Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Wekke, I. S. (2019). Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Yogyakarta: Gawe Buku.

Published

2025-06-01