Lingkar pinggang: Penentu arus puncak ekspirasi
DOI:
https://doi.org/10.30659/nurscope.6.1.15-21Keywords:
Lingkar pinggang, arus puncak ekspirasi, mahasiswiAbstract
Pendahuluan: Lingkar pinggang berlebih dialami 28,9% penduduk Indonesia, dimana berpotensi menyebabkan penurunan arus puncak ekspirasi (APE). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui korelasi antara lingkar pinggang dengan arus puncak ekspirasi. Metode: Penelitian ini berjenis analisis kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional pada Juni 2019, dengan sampel sejumlah 32 orang mahasiswi keperawatan di Semarang, dan dipilih dengan tehnik simple random sampling. Analisa data menggunakan uji pearson dengan α 0,05. Hasil: terdapat korelasi antara lingkar pinggang dengan arus puncak ekspirasi pada mahasiswi. Simpulan: semakin tinggi lingkar pinggang, maka semakin rendah nilai arus puncak ekspirasi.Downloads
Published
2020-09-28
Issue
Section
Original Research Article




