HUBUNGAN EMOSIONAL DAN SPRITUAL TERHADAP KADAR KORTISOL PERAWAT DI RUMAH SAKIT SULTAN AGUNG SEMARANG

Authors

  • Rita Kartika Sari

DOI:

https://doi.org/10.30659/nurscope.1.2.1-10

Abstract

ABSTRAK Stresor perawat dapat berasal dari lingkungan kerja seperti beban kerja, suasana kerja, shift kerja, iklim organisasi. Stres yang terjadi terus menerus mempengaruhi kondisi dan fungsi psikoneuroimunologis perawat. Spiritual dipercaya dapat mempengaruhi seseorang untuk meningkatkan kekuatan dan arahan terhadap koping serta pemecahan masalah dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keadaan emosional dan spritual terhadap keadaan kortisol pada perawat. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah cross sectional dengan pendekatan time series design.Sampel sebesar 35 orang. Hasil pengukuran emosional minggu pertama dan ke dua paling besar kesadaran, minggu ke tiga dan empat adalah empati. Keadaan spiritual minggu pertama paling besar kesadaran diri 1.64 ±0.36, pada minggu ke dua kesadaran diri dan kebenaran 1.64 ±0.36, pada minggu ke tiga dan ke empat kebenaran 2.49 ±0.15 dan 2.72 ±0.14, rerata kadar kortisol pada minggu pertama 181.14 ±59.52, minggu ke empat 88.43 ±24.86, keadaan spiritual lebih cenderung dapat menurunkan kadar kortisol dibanding dengan keadaan emosional yang dapat dilihat dari nilai emosional ÃŽ² = -148.54 dengan konstanta 19.50 dan nilai spiritual ÃŽ² = -139 dengan konstanta 47.47,hal ini memberikan interpretasi bahwa peningkatan keadaan emosional satu point dapat menurunkan kortisol -168.04 dan setiap satu point peningkatan spiritual dapat menurunkan kortisol -186.55.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan 1). Terdapat hubungan yang signifikan antara keadaan emosional dan spiritual terhadap kadar kortisol pada perawat di RSI Sultan Agung Semarang. 2). Keadaan emosional dan spiritual dapat menjadi penanda keadaan kortisol pada perawat di RSI Sultan Agung Semarang. Kata kunci: Kortisol, Emosional dan Spiritual, Perawat

Downloads

Published

2015-12-01

Issue

Section

Original Research Article