Notary's Responsibility for Formal Defects in Bank Credit Agreement Deeds

Dyna Fabiola

Abstract


This study aims to analyze the legal liability of notaries for formal defects in bank credit agreements and the legal consequences that arise on the deed's position and evidentiary power. The study uses a normative legal research method with a statutory approach. The legal materials used are primary, secondary, and tertiary legal materials obtained through literature studies and analyzed prescriptively. The results of the study indicate that in the case being studied, the debtor used a false identity and the notary did not conduct a thorough verification because he relied too much on the results of the creditor survey. This negligence is seen as a violation of the obligations of objectivity, independence, and the principle of prudence in carrying out the notary's office. The responsibilities discussed include civil liability under Article 1365 of the Civil Code, potential criminal liability under Article 266 of the Criminal Code, and administrative sanctions in accordance with the provisions of the notary's office. These formal defects have implications for the degradation of authentic deeds into private deeds so that their evidentiary power is no longer equal to that of authentic deeds. This condition results in creditors losing a strong evidentiary basis for collecting debts in default.


Full Text:

PDF

References


Journals:

Adha, S. L., Basry, A. E. N., & Agustar, S. (2026). Tanggung jawab notaris terhadap circular resolution yang cacat hukum ditinjau dari keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Forschungsforum Law Journal, 3(2), 286–305.

Adha, S. L., Basry, A. E. N., & Agustar, S. (2026). Tanggung jawab notaris terhadap circular resolution yang cacat hukum ditinjau dari keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan (Studi Putusan Pengadilan Negeri Cibinong No. 46/Pdt.G/2023/PN Cbi). Forschungsforum Law Journal, 3(2), 286–305.

Andrianto, A. D., Budiartha, I. N. P., & Astiti, N. G. K. S. (2022). Penerapan asas kehati-hatian dalam pembuatan akta otentik oleh notaris. Jurnal Preferensi Hukum, 4(1), 23–27.

Anggraini, P., & Putrijanti, A. (2023). Tinjauan yuridis mengenai hak dan kewajiban notaris dalam pembuatan akta otentik. UNES Law Review, 6(1), 1817–1824.

Arsy, E. A., Widhiyanti, H. N., & Ruslijanto, P. A. (2021). Tanggung jawab notaris terhadap akta yang cacat hukum dan tidak sesuai dengan ketentuan pembuatan akta dalam Undang-Undang Jabatan Notaris. Jurnal Bina Mulia Hukum, 6(1), 130–140. https://doi.org/10.23920/jbmh.v6i1.324

Fauziannor, A., Rahman, M. A., Syaugi, A., & Ilham, M. I. (2025). Perbandingan kekuatan pembuktian antara akta otentik dan akta di bawah tangan dalam sengketa perdata. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1963–1976.

Fransiska, L. (2021). Degradasi kekuatan pembuktian dan pembatalan akta autentik (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 2377 K/PDT/2016). Indonesian Notary, 3(22), 339–357.

Munib, A., Suratman, S., & Isnaeni, D. (2024). Tanggung jawab notaris terhadap pembatalan akta atas terjadinya tindakan pemalsuan oleh notaris. Jurnal USM Law Review, 7(3), 1241–1259.

Nurjanah, A. (2023). Substansi prinsip profesionalisme dalam peran notaris sebagai pejabat umum terhadap pembuatan akta autentik. CAKRAWALA – Repositori IMWI, 6(2), 1028–1036.

Prabowo, L. T., & Ulfah, M. (2026). Analisis bentuk dan dampak pelanggaran kode etik oleh notaris terhadap kepastian hukum. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 4(2), 2015–2029.

Prananda, M. T., Purba, M. F., Dafa, M. N. A., Nurbaeti, N., & Tarina, D. D. Y. (2025). Implikasi hukum terhadap akta perjanjian kredit yang dibuat dengan identitas palsu (Studi kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 952/Pid.B/2019/PN.Jkt.Brt.). Media Hukum Indonesia, 2(6), 273–277.

Rajagukguk, E. Y. B., & Debora, D. (2025). Kekuatan alat bukti akta otentik dalam pembuktian perkara perdata. Jurnal Teknik Mesin UDA, 7(2), 194–207.

Safitri, A., Putri, R. M., & Suhendra, A. (2026). Rekonstruksi konsep pertanggungjawaban notaris atas cacat formil akta autentik berbasis prinsip kepastian dan perlindungan hukum. Jurnal Hikamuna, 11(1), 956–979.

Sari, A. R. (2020). Tanggung jawab notaris dalam pembuatan akta perjanjian kredit dengan menggunakan surat palsu (Studi kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 952/PID.B/2019/PN.JKT.BRT.). Indonesian Notary, 2(3).

Sari, M. B., & Gozali, D. S. (2025). Netralitas notaris dalam membuat akta perjanjian kredit. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6), 3475–3492.

Sipayung, S. C., & M.S., E. R. (2025). Peran etika profesi notaris dalam pembuatan akta. Jurnal Rectum, 7(1), 209–216.

Silvyana, I. A., Hasan, U., & Yarni, M. (2026). Pertanggungjawaban hukum notaris atas pembuatan akta di luar wilayah jabatan dalam perspektif kepastian hukum. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 5(3), 2485–2496.

Sirait, G. N., & Djaja, B. (2023). Pertanggungjawaban akta notaris sebagai akta autentik sesuai dengan Undang-Undang Jabatan Notaris. UNES Law Review, 5(4), 3363–3378.

Tamaka, P. C. D. (2024). Prinsip kepastian hukum profesi notaris terhadap amanah dalam sumpah atau janji jabatan notaris. Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan, 22(1), 71–93.

Yulian, I., Rosari, W. M., & Ganefi, G. (2026). Tanggung jawab notaris terhadap keberadaan klausula eksonerasi dalam perjanjian kredit pemilikan rumah. Jurnal Multimedia Dehasen, 5(2), 909–916.

Yuliandari, F., Sembiring, R., & Maria, M. (2025). Tanggung jawab notaris dalam menjamin kepastian hukum dan itikad baik (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 1442 K/PDT/2024). Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(10), 1–30.

Books:

Adjie, H. (2019). Buku ajar kenotariatan awal (Komparisi-Premisse), isi dan akhir akta notaris. Narotama Publisher Press.

Atmadja, I. D. G., & Budiartha, I. N. P. (2018). Teori-teori hukum. Setara Press.

Soenaryo, C. (2023). Kewenangan dan tanggung jawab notaris dalam konteks pelayanan hukum di Indonesia. USU Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.