Ending The Contestation of Authority at Sea in Indonesia Through Command Structuring and Case Routing

Faresh Emha

Abstract


Indonesian maritime law enforcement faces disharmony of authority because maritime supervision is distributed among many institutions that operate under sectoral legal bases. This study aims to analyze the forms of disharmony in maritime law enforcement authority and formulate a direction of harmonization that provides certainty for the enforcement pathway at sea. This study uses a doctrinal method through statutory, conceptual, and comparative approaches. The findings show that the Indonesian Maritime Security Agency has a mandate to protect Indonesian waters, yet it does not have a binding position in determining the routing of cases. Investigative authority remains within sectoral institutions, allowing the handling of one maritime incident to move through several institutional doors. This difference in authority creates uncertainty in maritime law enforcement. Maritime legal structuring requires integrated operational command so that overlapping authority can be eliminated and enforcement effectiveness can be improved. A comparison with Japan and France shows that continental legal systems can organize maritime authority through strong civil or administrative authorities without eliminating the technical expertise of sectoral institutions. Indonesian legal reform can be directed toward strengthening the Indonesian Maritime Security Agency as the center of operational coordination and the authority that directs case routing. This idea provides legal certainty because authority is determined by the classification of violations, not by the institution that first discovers the case.

Keywords


Human Rights, Legal Studies

Full Text:

PDF

References


Journals:

Afriandi, Fadillah, M. Natsir, dan Rini Fitriani. “Analisis Illegal Fishing di Perairan Aceh dan Penguatan Pengawasan Perikanan.” Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan 5, no. 2 (2022): 109-121.

Aryani, Christina. “Mendorong Lahirnya RUU Keamanan Laut dalam Penguatan Sistem Keamanan Laut Nasional.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 3, no. 2 (2021): 155-173. https://doi.org/10.14710/jphi.v3i2.155-173.

Asror, Muh. Khozinatul, dan Elisabeth Septin Puspoayu. “Harmonisasi Peraturan Perundang-Undangan Terkait Kewenangan Penyidikan oleh Lembaga Penegak Hukum di Wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.” Novum: Jurnal Hukum (2023). https://doi.org/10.2674/novum.v0i0.50616.

Azis, Nazili Abdul, Tri Setyawanto, dan Soekotjo Hardiwinoto. “Kewenangan Badan Keamanan Laut (Bakamla) dalam Pelaksanaan Pengamanan di Wilayah Perairan Indonesia.” Diponegoro Law Journal 5, no. 4 (2016): 1-13. https://doi.org/10.14710/dlj.2016.15743.

Bormasa, Michael, Diana F. Pasalbessy, dan Evert A. Ubwarin. “Penegakan Hukum di Wilayah Laut pada Wilayah Perbatasan Negara.” Pattimura Legal Journal 1, no. 1 (2022): 30-43. https://doi.org/10.47268/pela.v1i1.5902.

Bueger, Christian. “What Is Maritime Security?” Marine Policy 53 (2015): 159-164. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2014.12.005.

Bulandari, Dimas. “Komparasi Kelembagaan Coast Guard di Empat Negara: Analisis Praktik Baik bagi Indonesia.” Jurnal Politica 16, no. 1 (2025): 78-100.

Danial, Akbar, Bayu Setiawan, dan Nurul Hidayah. “Penegakan Hukum terhadap Pelanggaran Pelayaran di Selat Sunda.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 22, no. 4 (2022): 505-520.

Faridah, dan Fajarwati. “Pengawasan Transportasi Laut demi Mewujudkan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Nasional.” Jurnal Keamanan Nasional 8, no. 2 (2022): 396-407.

Fernandes, Ivan. “Peran Badan Keamanan Laut Republik Indonesia dalam Penegakan Hak Berdaulat di Zona Ekonomi Eksklusif.” Jurnal Hukum Das Sollen 11, no. 1 (2025): 111-124. https://doi.org/10.32520/das-sollen.v11i1.4144.

Gantika, Prayitno, dan Yandi. “Upaya Badan Keamanan Laut dalam Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Kelautan.” Science and Research Journal of Mai Wandeu 3, no. 1 (2023): 8-16.

Grimaud, Nicolas. “Maritime Security and the French State Action at Sea.” Marsafe Law Journal 2, no. 1 (2016): 41-58.

Hikmawati, Puteri. “Permasalahan Hukum dalam Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perikanan.” Negara Hukum 3, no. 1 (2012): 77-96.

Iswardhana, Muhammad Rafi Darajati. “Analisis Tata Kelola Maritim Indonesia: Implementasi Visi Poros Maritim Dunia.” Jurnal Kemaritiman 2, no. 1 (2021): 35-53.

Iswardhana, Muhammad Rafi Darajati. “Strategi Keamanan Laut Pemerintah Indonesia untuk Menjaga Keamanan Maritim.” Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 8, no. 6 (2021): 1406-1428.

Kanehara, Atsuko. “How to Ensure the Safety of the Japan Coast Guard While Maintaining Its Nature as a Police Organization.” The Japan Review 6, no. 1 (2023): 33-48.

Kasworo, Yerrico. “Restrukturisasi Kewenangan guna Mendukung Pengelolaan Ruang Laut yang Berdaulat dan Berkelanjutan.” Jurnal RechtsVinding 8, no. 2 (2019): 265-276.

Khairi, Muhammad. “Kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi dalam Pemberian Izin Pengelolaan Perairan di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.” Jatiswara 35, no. 3 (2020): 267-281.

Kurniaty, Rika, Madha Apriandi Siregar, Ahmad Yunus, dan Dhiana Puspitawati. “The Role of Marine Security Agency (Bakamla) as Sea and Coast Guard in Indonesia.” Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum 15, no. 3 (2021): 221-232.

Lourdiananda, Furqon. “Upaya Badan Keamanan Laut dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana di Laut Indonesia.” Jurnal Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (2019): 1-17.

Mufti, Ali. “Overlapping Authorities in Maritime Law Enforcement: A Case Study of Ternate City.” Journal of Maritime Law and Governance 2, no. 1 (2025): 45-63.

Nainggolan, Poltak Partogi. “Kebijakan Poros Maritim Dunia Joko Widodo dan Implikasi Internasionalnya.” Jurnal Politica 6, no. 2 (2015): 167-187.

Nanga, A. A. Z., M. Alfan, dan N. Hasan. “Faktor Penyebab Tumpang Tindih Kewenangan Penegakan Hukum di Laut Indonesia.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum 3, no. 1 (2025): 25-41.

Oktaviani, R. T. “Tumpang Tindih Kewenangan dalam Penegakan Hukum di Laut Indonesia.” Jurnal Legisia 16, no. 2 (2024): 116-132.

Ridha, Andi Muhammad, Mohammad Heri, dan Bayu Tri Setiaji. “Urgensi Penyatuan Lembaga Penegak Hukum di Laut Indonesia.” Legalitas: Jurnal Hukum 16, no. 1 (2024): 1-12. https://doi.org/10.33087/legalitas.v16i1.556.

Rohana, Umi, Amarulla Octavian, dan A. Susanto. “Interoperabilitas TNI AL dan Bakamla RI dalam Operasi Keamanan Laut Natuna Utara.” Journal of Industrial Engineering and Management Research 3, no. 2 (2022): 200-214.

Rothwell, D. R., dan Tim Stephens. “The International Law of the Sea and Maritime Enforcement Cooperation.” Ocean Development and International Law 52, no. 2 (2021): 145-168.

Rousseau, François. “L’Action de l’État en Mer: Un Modèle Français de Coordination Maritime.” Bulletin de l’Association de Géographes Français 90, no. 2 (2013): 205-219.

Saifulloh, Putra Perdana Ahmad. “Penataan Politik Hukum Kelembagaan Laut yang Ideal dalam Rangka Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.” Jurnal RechtsVinding Online (2023): 1-8.

Saleh, Kurnia. “Peningkatan Keamanan Laut Melalui Rekonstruksi Kelembagaan Lembaga Penjaga Laut dan Pantai.” SOL JUSTICIA 5, no. 1 (2022): 76-86. https://doi.org/10.54816/sj.v5i1.480.

Schofield, Clive. “Maritime Zones and Jurisdictional Boundaries in Archipelagic States.” International Journal of Marine and Coastal Law 36, no. 4 (2021): 603-628.

Siahaya, Yermia. “Penegakan Hukum terhadap Kapal Asing yang Melakukan Illegal Fishing di Wilayah Perairan Indonesia menurut UNCLOS 1982.” Lex Crimen 10, no. 5 (2021): 34-44.

Subekti, Iwan. “Penegakan Kedaulatan dan Penegakan Hukum di Laut Indonesia.” Jurnal Hukum dan Peradilan Maritim 4, no. 1 (2024): 57-75.

Sugianto. “Harmonisasi Kewenangan Hukum Laut Indonesia dalam Penegakan Hukum Kelautan.” Tanjungpura Law Journal 7, no. 2 (2023): 210-228.

Tahar, Abdul Muthalib. “Pembagian Kewenangan dalam Penegakan Hukum terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-Undangan di Perairan Indonesia.” Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum 6, no. 1 (2012). https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v6no1.342.

Triadi, Irwan, dan Muhammad Fadhil Ardian. “Strategi Badan Keamanan Laut dalam Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Bidang Kelautan.” Innovative: Journal of Social Science Research 4, no. 3 (2024): 8949-8960.

Wang, Xu. “Forcible Measures for Maritime Law Enforcement by Coast Guard Agencies.” Frontiers in Marine Science 12 (2025): 1-14.

Wartoyo, Rokhmat, Imam Yahya, dan Setiyowati. “Strengthening Indonesia’s Maritime Sovereignty: Implementing a Single Agency Multi-Tasks Model to Combat IUU Fishing.” Diponegoro Law Review 10, no. 1 (2025): 1-15. https://doi.org/10.14710/dilrev.10.1.2025.1-15.

Regulation:

Ministry of Marine Affairs and Fisheries, “KKP Seizes 240 Illegal Fishing Vessels Throughout 2024,” https://kkp.go.id/news/news-detail/kkp-tangkap-240-kapal-pencuri-ikan-sepanjang-2024-mqwr.html


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Proceedings of Legal International Conference and Studies has been indexed in:

    

 

 

 

ISSN: 2986-4089