Invisible Footprints in Cyberspace: Legal Reconstruction for the Protection of Vulnerable Groups from Digital Exploitation Threats

Aris Cahyo Wibowo

Abstract


The rapid digitalization of crime has created "invisible" footprints, leaving vulnerable groups exposed to cyber exploitation and online human trafficking, which traditional legal frameworks struggle to effectively address. This study aims to examine the legal reconstruction required to protect vulnerable groups from digital exploitation threats under the newly implemented National Criminal Code (KUHP Nasional). A normative legal approach was employed in conducting the research, utilizing statutory and conceptual analyses to evaluate current cyber-victimology frameworks. Based on the findings, it can be concluded that while the new code provides a stronger substantive basis, effective protection demands the integration of digital forensic guidelines, proactive transnational cooperation, and a specialized cyber-victim protection infrastructure to dismantle anonymous online syndicates.

Keywords


Human Rights, Legal Studies

Full Text:

PDF

References


Journal:

Agus Santoso and Dyah Pratiwi, Tanggung Jawab Penyelenggara Sistem Elektronik Perbankan Dalam Kegiatan Transaksi Elektronik Pasca Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, Jurnal Legislasi Indonesia, Vol 5, No 4 (2018);

Ajeng Yuni Astari, Perdagangan Manusia di Balik Layar Aplikasi: Pelajaran Hukum dari Kasus MiChat, Jurnal Hukum Lex Generalis, Vol 6, No 7 (2025);

Cheryl Michaelia Ongkowiguno and Irsyaf Marsal, Politik hukum perlindungan data pribadi dalam layanan publik digital di Indonesia, Judge: Jurnal Hukum, Vol 6, No 4 (2025);

Eka Fitri Lestari, Rahmayanti, and Donly Calner Aruan, Problematika Pembuktian Digital dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Siber di Indonesia, Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, Vol 5, No 2 (2026);

Karina Maulidia Kusuma, et al., Analisis Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) WNI Di Kamboja: Kronologi Dan Penanganan Hukum, Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, Vol 14, No 3 (2025);

Karunia Fitria Ramaadani and M. Darin Arif, Analisis Yuridis Pengaturan Hak Untuk Dilupakan (Right To Be Forgotten) Dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, Legacy: Jurnal Hukum dan Perundang-Undangan, Vol 3, No 1 (2023);

Mahsun Ismail, Kebijakan Hukum Pidana cyberpornography terhadap perlindungan korban, Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, Vol 1, No 2 (2018);

Nataliya Mentukh and Oksana Shevchuck, Protection of information in electronic registers: Comparative and legal aspect, Law, Policy and Security, Vol 1, No 1 (2023);

Nurul Mutiara Aisyah, Erna Ewi, and Fristia Berdian Tamza, Pemanfaatan Teknologi sebagai Sarana Viktimisasi dalam Cyber Grooming, Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, Vol 4, No 3 (2026);

Rahma Mentari, Mewujudkan Keadilan: Perlindungan Hukum bagi Perempuan Korban KDRT dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia, SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies, Vol 4, No 1 (2024);

Reno Apri Dwijayanto, Tinjauan yuridis perbandingan KUHP lama dan KUHP baru dalam sistem peradilan pidana Indonesia, Jurnal Sosial Teknologi, Vol 6, No 2 (2026);

Rian Rusmana Putra, et al., Analisis Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kamboja dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional, Jurnal USM Law Review, Vol 9, No 2 (2026);

Ridha Fahmi Ananda, et al., Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Kejahatan Pelecehan Seksual Dalam Perspektif Viktimologi, Locus Journal of Academic Literature Review, Vol 2, No 2 (2023);

Sigid Suseno, et al., Cybercrime in the new criminal code in Indonesia, Cogent Social Sciences, Vol 11, No 1 (2025);

Wan Rahmat Kurniawan, Alwan Hadiyanto, and Ciptono, Tindak pidana perdagangan orang dalam perspektif tindak pidana pencucian uang di Indonesia, Jurnal USM Law Review, Vol 7, No 2 (2024);

Wenggedes Frensh, Kelemahan Pelaksanaan Kebijakan Kriminal Terhadap Cyberbullying Anak Di Indonesia, Indonesia Criminal Law Review, Vol 1, No 2 (2022);

Yusuf Daeng, et al., Perlindungan Data Pribadi dalam Era Digital: Tinjauan Terhadap Kerangka Hukum Perlindungan Privasi, Innovative: Journal of Social Science Research, Vol 3, No 6 (2023);

Book:

Barda Nawawi Arief, 2006, Tindak Pidana Mayantara: Perkembangan Kajian Cyber Crime di Indonesia, Rajawali Pers, Jakarta;

Barda Nawawi Arief, 2022, Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Cybercrime, Pustaka Magister, Semarang;

Budi Suharyanto, 2014, Tindak Pidana Teknologi Informasi (Cybercrime), Raja Grafindo Persada, Jakarta;

Dikdik M. Arief Mansur and Elisatris Gultom, 2005, Cyber Law: Aspek Hukum Teknologi Informasi, Refika Aditama, Bandung;

H. Siswanto Sunarso, 2022, Viktimologi dalam sistem peradilan pidana, Sinar Grafika, Jakarta;

K. Jaishankar, 2020, Cyber victimology: A new sub-discipline of the twenty-first century victimology, Springer International Publishing, Cham;

Lawrence E. Cohen and Marcus Felson, 2015, Routine activity theory: A routine activity approach, Routledge, London;

Maskun, 2013, Kejahatan Siber (Cyber Crime): Suatu Pengantar, Kencana, Jakarta;

Rena Yulia, 2010, Viktimologi: Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kejahatan, Graha Ilmu, Yogyakarta;

Rizwan Ullah and Tariq Zaman, 2026, Contextualizing Space Transition Theory: A Socio-technical Exploratory Study of Cybercrimes in Khyber Pakhtunkhwa, Springer Nature Singapore, Singapore;

Regulations:

Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code (National Criminal Code);

Law Number 21 of 2007 concerning the Eradication of the Crime of Trafficking in Persons;

Law Number 11 of 2008, as amended by Law Number 19 of 2016, concerning Electronic Information and Transactions;


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Proceedings of Legal International Conference and Studies has been indexed in:

    

 

 

 

ISSN: 2986-4089