Hubungan antara hipotyroid dengan kasus ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) pada Anak Usia Dini di area Pertanian Bawang Kabupaten Brebes

Nurul Huda, Fifti Istiklaili

Abstract


Kasus ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) pada anak khususnya anak usia dini menjadi permasalahan yang dihadapi oleh guru dan orang tua. Identifikasi dan penanganan yang tepat dibutuhkan agar tumbuh kembang serta psikologis anak dapat dijaga dan dimonitoring. Hipotyroid sering kali terjadi disebabkan oleh bahan makanan yang terpapar pestisida. Unsur pembangun dalam tubuh akan terhambat apabila sebagian dari zat pestisida masuk ke dalam tubuh manusia. Diantara tanda-tanda hipotyroid adalah keseimbangan, kontrol tubuh dan aktivitas tidak dapat dikendalikan secara maksimal terutama pada anak usia dini. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah: 1) mengidentifikasikan hipotyroid pada anak usia dini di daerah pertanian bawang Kabupaten Brebes, 2) mengetahui tingkat kejadian ADHD pada anak usia dini di daerah pertanian bawang Kabupaten Brebes, 3) menganalisis hubungan antara hipotyroid dengan tingkat kejadian ADHD pada anak usia dini di daerah pertanian bawang Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan adalah dengan analisis statistik deskriptif dan uji korelasi. Identifikasi mengambil sampel sebanyak 2489 anak menggunakan teknik screening memakai intrumen SPPAHI (Skala Penilaian Perilaku Anak Hiperaktif Indonesia), sedangkan uji korelasi menggunakan sampel darah untuk mengukur tingkat hormon tiroid  sebanyak 25 anak.  Hasil dari penelitian ini adalah: 1) identifikasi data screening menunjukkan dari tiga kecamatan, Kersana (37%) dan Jatibarang (38%) memiliki angka ADHD yang tinggi, sedangkan Larangan memiliki tingkat ADHD paling rendah (25%), 2) data yang didapatkan menunjukkan 53,5% negatif, 13,9% terdeteksi dini dan 32,5% positif ADHD, 3) hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0.27 (Hо diterima) yang berarti bahwa hipotyroid bukan merupakan faktor utama penyebab ADHD. Terdapat berbagai faktor lain seperti pola makan, gizi, genetika dan faktor lingkungan, serta tingkat sosial ekonomi keluarga.
 
Kata kunci: hipotyroid, ADHD, pestisida, pertanian, bawang

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.