Edukasi Financial Technology bagi Karang Taruna Desa sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Mengenai Pinjaman Online yang Legal dan Risiko Pinjaman Online yang Ilegal

Verina Purnamasari, Dian Essa Nugrahini, Diah Ayu Kusumawati

Abstract


Dalam era modern, perkembangan financial technology (fintech) dan keuangan digital telah memungkinkan transaksi menjadi lebih cepat dan aman. Namun, sebagian masyarakat Indonesia (terutama di pedesaan) masih belum memiliki rekening bank dan belum dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara optimal. Salah satu bentuk fintech yang banyak digunakan adalah pinjaman online, yang penggunanya didominasi oleh generasi muda. Sayangnya, mayoritas generasi milenial dan Z belum memahami risiko besar dari penggunaan pinjaman online yang tidak berizin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemuda Karang Taruna mengenai fintech, daftar pinjaman online legal, serta risiko pinjaman online ilegal. Pemuda Karang Taruna Desa Krobokan menjadi mitra utama dalam kegiatan ini. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, para pemuda memperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang fintech, khususnya pinjaman online dan mampu menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat sekitar agar lebih waspada terhadap pinjaman online ilegal.

In the modern era, the development of financial technology (fintech) and digital finance has enabled faster and more secure transactions. However, a portion of Indonesia’s population (especially those living in rural areas) still does not have access to bank accounts and therefore cannot fully utilize digital financial services. One commonly used form of fintech is online lending, which is predominantly accessed by younger generations. Unfortunately, many Millennials and Generation Z users have not yet understood the significant risks associated with unlicensed online lending platforms. This community service program aims to improve the understanding of youth members of the Karang Taruna regarding fintech, the list of legally registered online lending platforms, and the risks posed by illegal online lending. The youth of Karang Taruna in Krobokan Village serve as the main partners in this activity. It is expected that through this program, the participants will gain better knowledge about fintech, particularly online lending and subsequently share this information with the surrounding community to increase awareness and caution toward illegal online loans.


Keywords


financial technology; keuangan digital; pinjaman online; edukasi pemuda; literasi masyarakat desa

Full Text:

PDF

References


Astna, M., Trisiana, A., & Azizah, N. (2025). Literasi Digital Dalam Mendukung Digital Society Menuju Desa Cerdas Melalui Pendidikan Karakter Pada Karang Taruna Desa Mlese. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 6(2), 719–735. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v6i2.2147

Ha, D., Le, P., & Nguyen, D. K. (2025). Financial inclusion and fintech: a state-of-the-art systematic literature review. Financial Innovation, 11(1), 69. https://doi.org/10.1186/s40854-024-00741-0

Hu, X., Huang, Y., Li, B., & Lu, T. (2023). Inclusive FinTech Lending via Contrastive Learning and Domain Adaptation. https://doi.org/https://doi.org/10.48550/arXiv.2305.05827

Ismanto, K., Syamsuddin, Syafiqah, A., & Jazlina, N. (2024). Fintech Literacy-Inclusion and Its Impact on Generation Z: Study of Islamic State University Students in Central Java, Indonesia. Journal of Islamic Economics Perspectives, 6(2), 25–37. https://doi.org/10.35719/64nm3n30

Javaheri, D., Fahmideh, M., Chizari, H., Lalbakhsh, P., & Hur, J. (2024). Cybersecurity threats in FinTech: A systematic review. Expert Systems with Applications, 241, 122697. https://doi.org/10.1016/j.eswa.2023.122697

Lee, L. (2024). Enhancing Financial Inclusion and Regulatory Challenges: A Critical Analysis of Digital Banks and Alternative Lenders Through Digital Platforms, Machine Learning, and Large Language Models Integration. https://doi.org/https://doi.org/10.48550/arXiv.2404.11898

Manik, P. S., Junika, S., Simanjuntak, F. F., Saragih, A. L., & Hasyim. (2025). Legalitas Bisnis Pinjaman Online: Studi Kasus terhadap Praktik Fintech Ilegal di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 16142–16147.

Nasar, F., Sirat, A. H., Husen, A., & Hadady, H. (2025). Fintech and Low-Income Communities: A Systematic Literature Review. Society, 13(1), 818–835. https://doi.org/10.33019/society.v13i1.764

Nike Nur’aini, Selasi, D., Pratama, G., & Ridwan, M. (2023). Peran Literasi Fintech Syariah Terhadap Kasus Pinjaman Online Legal Maupun Ilegal. Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah Dan Filantropi Islam, 7(2), 123–142. https://doi.org/10.22236/alurban_vol7.i2/13279

Nisa, K., Handayani, O. P., & Setiawan. (2025). Peningkatan Literasi Digital: Edukasi Kejahatan Siber Dan Pinjaman Online Illegal MAN 2 Cilacap. Jurnal Pengabdian Masyarakat (PIMAS), 2. https://doi.org/10.35960/pimas.v4i2.1831

Pawestri, A. Y., Adwitiya, A. B., & Ramadani, W. (2023). Sosialisasi Upaya Hukum dan Literasi Keuangan Digital sebagai Solusi Hadapi Pinjaman Online Ilegal. Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS, 9(1), 36–41. https://doi.org/10.32528/jpmi.v9i1.650

Putri, S. R., Nasution, J., & Atika. (2025). Pengaruh Literasi Keuangan dan Life Style terhadap Keputusan Menggunakan Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal dengan Locus Of Control Sebagai Variabel Moderating Bagi Generasi Z Di Kota Medan. Jurnal Manajemen Terapan Dan Keuangan (Mankeu), 14(03), 1424–1437.

Setiawan, A. P., Christensen, D., Ramadhani, N., Ridwan, S. M., & Azizah, S. N. (2025). Fenomena Pinjaman Online sebagai Bentuk Kenakalan Terselubung di Kalangan Generasi Z: Studi Perspektif Sosial dan Kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah Dan Muamalah, 3(2), 23–29. https://doi.org/10.38035/jhesm.v3i2.323

Sumar’in, S., Ardi, P., Sumin, S., & Kusnadi, I. (2025). Empowering Loan Awareness: The Role of Sharī‘ah Financial Literacy, Blockchain, and Fintech Trust. Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 14(1), 179–196. https://doi.org/10.15408/sjie.v14i1.44735

Syafi’i, M., & Nur, S. K. (2025). Penguatan Literasi Keuangan Melalui Sosialisasi Peran OJK Dalam Menanggulangi Investasi Ilegal, Pinjol Ilegal dan Judi Online di Sekolah MI. Muhammadiyah 04 Ampel Wuluhan Jember. Al-Ijtima: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2).

Warokka, A., Sartika, D., & Aqmar, A. Z. (2025). Digital Credit and Debt Traps: Behavioral and Socio-Cultural Drivers of FinTech Indebtedness in Indonesia. FinTech, 4(4), 62. https://doi.org/10.3390/fintech4040062

Zhang, X., Shi, J., Zhao, J., & Wu, X. (2025). Assessing the risks of fintech development: the case of online illegal capital raising. Technological and Economic Development of Economy, 0(0), 1–29. https://doi.org/10.3846/tede.2025.23390




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/ijocs.8.1.56-64

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Verina Purnamasari, Dian Essa Nugrahini, Diah Ayu Kusumawati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.