The Effectiveness of Law Enforcement and Police Strategies in Combating Digital Platform-Based Human Trafficking in Indonesia

Muhammad Nasri

Abstract


The Crime of Human Trafficking (TPPO) in the digital era has transformed from a conventional physical-based crime into a transnational cybercrime known as cyber-trafficking. This study aims to evaluate the effectiveness of prevention and law enforcement strategies implemented by the Indonesian National Police (Polri) in combating human trafficking conducted through digital platforms. Employing a normative-empirical legal research method with statutory and conceptual approaches, this study analyzes empirical data and legal literature from various police jurisdictions across Indonesia. The findings indicate that although cyber patrols, digital investigations, and the establishment of Anti-Trafficking Task Forces have been optimized, law enforcement efforts continue to face significant challenges. These obstacles include regulatory inadequacies in addressing cyber-based trafficking schemes, limited cyber forensic competencies among law enforcement officers, underreporting by victims due to psychological trauma, and sentencing disparities in courts that frequently impose relatively lenient punishments. Therefore, adaptive legal reforms responsive to digital trafficking methods, strengthening of cyber forensic infrastructure, and expansion of multi-stakeholder international cooperation are necessary to ensure comprehensive and sustainable protection for vulnerable groups in accordance with Human Rights principles.


Keywords


Effectiveness; Enforcement; Law; Strategy; Trafficking.

Full Text:

PDF

References


Aldian, R., & Kurniawati, D. (2023). Kerja Sama Platform Digital dan Kepolisian dalam Penanganan Kejahatan Siber terhadap Perempuan dan Anak di Indonesia. Jurnal Hukum dan Teknologi, 5(2), 112–134.

Fitriani, R., & Maharani, S. (2023). Efektivitas Program Preventif Kepolisian dalam Pemberantasan Perdagangan Manusia: Studi Kasus Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Kepolisian Indonesia, 17(1), 45–67.

Hartono, B., & Prasetyo, T. (2022). Fragmentasi Regulasi Penegakan Hukum Tindak Pidana Perdagangan Orang di Era Digital. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(3), 401–425.

Hasanah, U. (2021). Implementasi Protokol Palermo dalam Sistem Hukum Indonesia: Tinjauan Kritis terhadap Perlindungan Korban TPPO. Jurnal Hukum Internasional Indonesia, 8(2), 78–102.

Hermawan, D., & Lestari, P. (2023). Brain Drain Kompetensi Siber di Kepolisian Indonesia: Analisis Tantangan Retensi Personel Berkeahlian Digital. Jurnal Manajemen Kepolisian, 6(1), 23–44.

Hidayat, A., Subekti, R., & Wahyuningsih, T. (2023). Kapasitas Investigasi Digital Polri dalam Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Berbasis Teknologi. Jurnal Keamanan Nasional, 9(2), 155–180.

Kurniawan, F., Pratiwi, N., & Setiawan, B. (2023). Darknet dan Cryptocurrency sebagai Infrastruktur Baru Kejahatan Perdagangan Manusia: Implikasi Hukum dan Kebijakan. Jurnal Hukum Pidana dan Kriminologi, 4(1), 89–118.

Maulidi, A., & Zainudin, M. (2022). Mutual Legal Assistance dalam Era Digital: Tantangan Perolehan Bukti Elektronik dari Platform Asing dalam Kasus TPPO. Jurnal Hukum Internasional Kontemporer, 14(2), 201–228.

Mulyadi, H., & Wicaksono, R. (2022). Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri: Evaluasi Kinerja dan Kapasitas dalam Penanganan Kejahatan Digital. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 10(1), 56–78.

Prasetyo, W., & Andriani, M. (2022). Kompetensi Digital Forensik Personel Polri: Potret Kesenjangan dan Urgensi Reformasi Pendidikan Kepolisian. Jurnal Pendidikan dan Pembangunan Kepolisian, 8(2), 134–158.

Prastowo, E., & Utami, R. (2023). Ketimpangan Kapasitas Investigasi Siber Kepolisian antara Pusat dan Daerah di Indonesia. Jurnal Hukum dan Pemerintahan Daerah, 7(1), 67–91.

Prayoga, M., & Nurhadi, S. (2022). Tantangan Pembuktian Digital dalam Perkara TPPO: Analisis Kapasitas Laboratorium Forensik Digital Polri. Jurnal Forensik Indonesia, 5(2), 178–205.

Purnama, A., & Dewi, K. (2022). Media Sosial sebagai Instrumen Perekrutan Korban TPPO: Analisis Kasus dan Implikasi Kebijakan di Indonesia. Jurnal Kriminologi Indonesia, 18(1), 1–24.

Rahardjo, S. (2021). Transformasi Definisi TPPO dalam Konteks Kejahatan Digital: Perspektif Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 50(3), 312–330.

Rahmawati, E., & Kusuma, A. (2022). Literasi Digital dan Kerentanan terhadap Perdagangan Orang: Studi pada Komunitas Rentan di Daerah Kantong Migran. Jurnal Perempuan dan Pembangunan, 9(2), 89–114.

Rasyid, M., & Farida, N. (2021). Viktimisasi Sekunder Korban TPPO dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia: Tinjauan Kritis dan Rekomendasi Reformasi. Jurnal Victimologi Indonesia, 3(1), 45–70.

Santoso, D., & Irawan, Y. (2023). Intelligence-Led Policing dalam Penanganan TPPO Digital: Peluang dan Tantangan Implementasi di Indonesia. Jurnal Kepolisian dan Keamanan Publik, 11(2), 223–248.




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/icls.v6i1.53911

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Faculty of Law, Universitas Islam Sultan Agung

License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0


PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON THE LAW DEVELOPMENT FOR PUBLIC WELFARE (PICLDPW) has been indexed by National Acreditation and NELITI

Editorial Office: RUMAH JURNAL FH UNISSULA: 2nd Floor Imam As Syafei Building Faculty of Law Universitas Islam Sultan Agung. Jln. Kaligawe KM. 4, Semarang City, Central Java, Indonesia. Phone +62 24 6583584 Fax +62 24 6582455

WA: +6281325424803
Email: rumahjurnalfh@unissula.ac.id

Creative Commons License

PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON THE LAW DEVELOPMENT FOR PUBLIC WELFARE (PICLDPW) (ISSN : 2798-9313), This work is licensed under a Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0).