Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Siswa SMA terhadap Kesehatan Reproduksi setelah Edukasi Kesehatan Seksual di SMA Karang Turi Semarang
Abstract
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi akibat keterbatasan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang tepat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa terhadap kesehatan reproduksi setelah diberikan edukasi kesehatan seksual di SMA Karang Turi Semarang. Pengabdian masyarakat ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan one post-test only. Responden berjumlah 70 siswa, terdiri dari 35 siswa laki-laki dan 35 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan reproduksi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden berada pada kategori sedang hingga baik dengan nilai rerata 65,71 dan median 70, meskipun masih ditemukan miskonsepsi terkait penularan HIV dan rendahnya pengetahuan mengenai vaksinasi HPV. Sikap responden terhadap kesehatan reproduksi secara umum menunjukkan kecenderungan positif, terutama pada pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi dan pendidikan seksual sejak remaja. Namun demikian, perilaku pencegahan kesehatan reproduksi belum sepenuhnya optimal, terutama pada penggunaan kondom dan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin. Kesimpulannya, edukasi kesehatan seksual memberikan gambaran bahwa siswa memiliki pengetahuan yang cukup baik dan sikap yang positif, namun belum sepenuhnya diikuti oleh perilaku yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan edukasi kesehatan seksual yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja.
Adolescents are a vulnerable age group to reproductive health problems due to limited knowledge, attitudes, and appropriate behaviors. This community service activity aimed to describe students’ knowledge, attitudes, and behaviors regarding reproductive health after receiving sexual health education at SMA Karang Turi Semarang. This activity used a descriptive design with a one post-test only approach. A total of 70 students participated, consisting of 35 male and 35 female students. Data were collected using a questionnaire covering aspects of knowledge, attitudes, and reproductive health behaviors. The results showed that the respondents’ level of knowledge ranged from moderate to good, with a mean score of 65.71 and a median of 70. However, misconceptions regarding HIV transmission and low awareness of HPV vaccination were still identified. Overall, students’ attitudes toward reproductive health were generally positive, particularly regarding the importance of maintaining reproductive organ hygiene and the need for sexual education from adolescence. Nevertheless, preventive reproductive health behaviors were not yet optimal, especially in terms of condom use and routine reproductive health check-ups. In conclusion, sexual health education provides an overview that students have fairly good knowledge and positive attitudes; however, these are not yet fully reflected in optimal behaviors. Therefore, more comprehensive and sustainable sexual health education is needed to promote behavioral changes in adolescent reproductive health.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Entjaurau, R., Kolibu, F. K., & Korompis, G. E. C. (2020). Hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pranikah remaja di SMK Kristen Getsemani Manado. Jurnal Kesmas, 9(4), 131–138.
Fujiana, F., Islamiat, A., & Adiningsih, B. S. U. (2023). Efektivitas media booklet dengan audio visual terhadap tingkat pengetahuan tentang bahaya seks bebas pada remaja. Mahesa: Malahayati Health Student Journal, 3(5), 1226–1239. https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i5.10284
Hutabarat, V., & Hariati, H. (2024). Pengaruh edukasi kesehatan reproduksi (pergaulan bebas dan HIV) terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMP Negeri 1 Deli Tua. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 2088–2094.
Khairunnisa, A., & Laksmi, L. I. (2021). Tingkat pengetahuan tentang infeksi menular seksual (IMS) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara angkatan 2019 tahun 2020. SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal, 3(1), 34–39. https://doi.org/10.32734/scripta.v3i1.5410
Labego, Y., Maramis, F. R. R., & Tucunan, A. A. T. (2020). Hubungan antara peran teman sebaya dan sikap peserta didik tentang kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual pranikah di SMA Negeri 1 Tagulandang. Jurnal Kesmas, 9(6), 75–80.
Saenong, R. H., & Sari, L. P. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap infeksi menular seksual pada mahasiswa pendidikan dokter. MyJM: Muhammadiyah Journal of Medicine, 1(2). https://jurnal.umj.ac.id/index.php/MyJM
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Solihati, S., & Faridah, I. (2020). Pengetahuan dan sikap tentang HIV/AIDS dan upaya pencegahan HIV/AIDS. Jurnal Kesehatan, 9(1). https://doi.org/10.37048/kesehatan.v9i1.129
UNESCO. (2018). International technical guidance on sexuality education: An evidence-informed approach. UNESCO Publishing.
Wahani, S. M. P., Umboh, J. M. L., & Tendean, L. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 2(2), 21–30.
World Health Organization. (2018). Adolescent sexual and reproductive health. WHO.
Yosepha, D. P., Ompusunggu, H. E. S., & Martadinata, M. M. (2023). Gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja di Kecamatan Galang tentang HIV/AIDS. Nommensen Journal of Medicine (NJM), 9(1), 35–40.
DOI: http://dx.doi.org/10.30659/abdimasku.5.2.72-83
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Denys Putra Alim, Gladys Adipranoto, Rosalyn Devina Santoso, Dhea Medisika Hertanti, Debby Victoria Arief, Purwakaning Purnomo Agung
View My Stats

