THE LEGAL POLITICS ASPECT IN THE IMPORTANCE OF CONSUMMATION IN MARRIAGE LAW
DOI:
https://doi.org/10.26532/jph.v11i1.36668Kata Kunci:
Legal politics aspects, marriage lawAbstrak
Indonesia is a country of law (rechtsstaat). In terms of regulating its state, Indonesia uses various kinds of laws and regulations. This includes equality between men and women. This gives rise to the term equal protection principle or equality before the law, namely equality and equality of individuals and communities in the eyes of the law. The law relating to marriage and the rights and position of both a wife and a husband in the Civil Code was replaced by Law No. 1 of 1974 on marriage, which has now been revised by the law of the Republic of Indonesia No. 16 of 2019 on amendments to Law No. 1 of 1974 on Marriage (Marriage Law). However, this law has no sanctions if anyone does not comply with it. In this case, we need to amend the Marriage Act. This research is descriptive normative legal research. The theory used theory is the theory of the rule of law, the theory of the purpose of law, and the theory of law enforcement. Data collection techniques are Library Studies (library research).Referensi
Books :
Ahmad Ali, 2009, Menguak Teori Hukum, (legal theory) dan Teori Peradilan (judicialprudence) termasuk Interpretasi Undang-Undang (legisprudence), Kencana Prenada Media Group, Jakarta.
Astim Riyanto, 2006, Teori Konstitusi, Yapemdo, Bandung.
Bambang Sunggono, 2003, Metodologi Penelitian Hukum, PT Raja Grafindo, Jakarta.
Oemar Seno Adji, 1996, Prasara Seminar Ketatanegaraan Undang-Undang Dasar 1945, Seruling Masa, Jakarta.
Sri Soemantri, About State Institutions According to UUD 1945, Alumni, Bandung.
Sunny Ismail, 1981, Pergeseran Kekuasaan Ekskutif, Aksara Baru, Jakarta.
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, 2001, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Journals :
Achmad Bahroni, Ariella Gitta Sari, Satriyani Cahyo Widayati, Hery Sulistyo, Dispensasi Kawin Dalam Tinjauan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Juncto Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, Jurnal Transparansi Hukum Vol. 2, No. 2, 2019.
Adhitya Dimas Pratama, Kedudukan Kepemilikan Hak Atas Tanah Dalam Perkawinan Campuran Tanpa Adanya Perjanjian Pisah Harta, Jurnal Panorama Hukum Vol. 3, No. 2, 2018.
Ahmad Ropei, Maqashid Syari’ah Dalam Pengaturan Batas Usia Pernikahan Di Indonesia, Asy-Syariah Vol. 23, No. 1, 2021.
Ahmad Zaini. Negara Hukum, Demokrasi dan HAM, Al Qisthâs, Jurnal Hukum dan Politik 11, No. 1, 2018.
Aldila Arumita Sari & R.B. Sularto, Kebijakan Formulasi Kekerasan Seksual Terhadap Istri (Marital Rape) Berbasis keadilan Gender Di Indonesia, Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, Vol. 1, No. 1, 2019.
Choirunnisa Nur Novitasari, Dian Latifiani & Ridwan Arifin, Analisis Hukum Islam terhadap Faktor Putusnya Tali Perkawinan, Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, Samarah : Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 3, No. 2, 2019.
Dini Ramdania, Aspek Hukum Perceraian Dalam Persfektif Hukum Islam (Studi Terhadap Tingginya Tingkat Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Kota Bandung), Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 19, No. 1, 2020.
Dudi Badruzaman, Tingkat Gugatan Perceraian Antara Pasangan Pernikahan Dini Di Pengadilan Agama, Asy-Syariah Vol. 23, No. 1, 2021.
Elfrida Ratnawati, Sri Nanang M Kamba, Januardo SP Sihombing dan Julius F Maloringan, Catat Perkawinan Untuk Kepastian Dan Perlindungan Hukum (Studi Kasus: Kabupaten Minahasa Utara), Jurnal Legislasi Indonesia Vol. 18, No. 2, 2021.
Ferry Irawan Febriansyah & Anwar Sanusi, Larangan Perkawinan Masyarakat Adat Mirah Dan Golan, DiH: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 16, No. 2, 2020.
Iwan Romadhan Sitorus & Yusmita, The Age Of Marriage On Interdisiplinary Islamic Law Perspectives, MIZANI: Wacana Hukum, Ekonomi dan Keagamaan Vol. 7, No. 1, 2020.
I Wayan Agus Vijayantera, Kajian Yuridis Larangan Adanya Ikatan Perkawinan Terhadap Sesama Pekerja Dalam Satu Perusahaan, Jurnal Analisis Hukum Vol. 1, No 1, 2018.
Kudrat Abdillah, Ah. Kusairi, Reinterpretasi Hak Ijbar Dalam Hukum Perkawinan Islam Di Keluarga Pesantren, Asy-Syariah Vol. 22, No. 1, 2020.
Mochammad Nasichin, Akibat Hukum Pembatalan Perkawinan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Jurnal Pro Hukum Vol. 7, No. 1, 2018.
Maulida Zahra Kamila, Politik Hukum Undang-Undang Perkawinan Di Indonesia, Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam, Vol. 3, No. 2, 2022.
Rastini, Jaka Bangkit Sanjaya dan Rizqi Mulyani Slamet, Analisis Yuridis Pentingnya Pembuatan Perjanjian Perkawinan Berdasarkan Perspektif Hukum Perdata, Rewang Rencang : Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 2, No. 6, 2021.
Susani Triwahyuningsih, Perlindungan Dan Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) Di Indonesia, Jurnal Hukum : Legal Standing Vol.2, No. 2, 2018.
Tengku Erwinsyahbana, Aspek Hukum perkawinan Antar Agama dan Problematika Yuridisnya, Refleksi Hukum, Vol. 3 , No. 1, 2018.
Ummul Khaira & Azhari Yahya, Pelaksanaan Upaya Perdamaian Dalam Perkara Perceraian (Suatu Kajian terhadap Putusan Verstek pada Mahkamah Syar’iyah Bireuen), Jurnal Penelitian Hukum DE JURE Vol.18, No. 3, 2018,.
Wiratni Ahmadi, Hak dan Kewajiban Wanita Dalam Keluarga Menurut Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Jurnal Hukum Pro Justitia, Vol. 26, No.4, 2008.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

