RE-ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SMP 16 SURAKARTA

Erik Lintang Wardani, Kartika Anggonowati, Eko Muliawan Satrio, Gata Dian Asfari

Abstract


Konsep Reengineering menjadi solusi yang dapat diterapkan secara efisien dan efektif dalam menangani permasalahan dari segi pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek. Metode pengolahan data pada penelitian ini memiliki 4 tahap yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, dan tahap rekomendasi. Penelitian reengineering pada proyek ini dilakukan pada pekerjaan bekisting dan beton dari sub pekerjaan kolom, balok dan plat yang didapatkan dari hasil analisis pareto dengan nilai yang tertinggi.Hasil penelitian re-engineering yang telah dilakukan didapatkan Metode alternatif pekerjaan yang dapat meningkatan efisiensi biaya dan efektivitas waktu dari hasil analisis item pekerjaan yaitu untuk pekerjaan bekisting menggunakan bekisting sistem sebesar Rp. 1.356.327.634 dengan presentase 38% selama 37 hari atau 63% terhadap pekerjaan eksisting. Untuk pekerjaan beton menggunakan beton ready mix concrete pump sebesar Rp. 1.107.491.641 dengan presentase 4% selama 30 hari atau 43% terhadap pekerjaan eksisting.

Kata Kunci : Reengineering; Hukum Pareto, Bekisting, Beton; Efektif, Efisien

Full Text:

Untitled

References


Chase, R.B., dan N.J. Aquilano. (1995). Production and Operations Management, Edisi ke-5. Prentice Hall.

Dipohusodo, Istimawan. (1994) Struktur Beton Bertulang, PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

DPU Cipta Karya. (2023), Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Dinas PU Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Surakarta.

Ervianto. Wulfram I. (2009). Manajemen Proyek Konstruksi. Graha Ilmu. Jakarta.

Fajar, Muhammad Nur. (2019). Analisis Perbandingan Biaya Dan Waktu Pengecoran Menggunakan Concrete Pump Dan Concrete Bucket (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Sleman Yogyakarta) (Tugas Akhir Universitas Islam Indonesia). https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/15635

Hammer, J. (1994). Reengineering the coorporation: A manifesto for bussiness revolutin. Harper Business. London.

Ibrahim, H.Bachtiar. (1993). Rencana Dan Estimate Real Of Cost.Cetakan ke-2. Bumi Aksara. Jakarta

J. A. Mukomoko. (1987). Dasar Penyusunan Anggaran Biaya Bangunan. Gaya Media Pratama. Jakarta

Jikti K, Arlisa, & Tegar Setieyana. (2023). Re-engineering Proyek Pembangunan Gedung Kelas dan Laboratorium Politeknik Pekerjaan Umum Kota Semarang. (Skripsi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Lauda M, dkk. (2021). Perbandingan Waktu dan Biaya concrete Pump dan Concrete Bucket Pada Proyek Gedung Telkom University Landmark Tower. Jurnal Teknik Sipil Itenas

Madcoms. (2008). Microsoft Project 2007 Untuk Pemula.Penerbit. Andi Publisher.

Panggabean. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia. Ghalia Indonesia. Bogor.

Perwitasari D, dkk. (2021). Analisa Perbandingan Metode, Biaya Dan Waktu Penggunaan Bekisting Aluminium Dengan Bekisting Konvensional, Semi Konvensional Dan Sistem (Peri). Insitut Teknologi Sumatera

Pratama, Aditiya, & Elang B. (2023). Re-engineering Proyek Pembangunan Gedung Tahap II UIN Walisongo Semarang. (Skripsi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Rafik dan Rivano. (2017). Perbandingan Biaya Penggunaan Bekisting Kolom Kayu, Plywood dan Sistem Peri (Peri Lico). Politeknik Negeri Banjarmasin.

Standar Badan Nasional. (2008). SNI 7394-2008:Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan. Jakarta. Badan Standarisasi Nasional.

Susilo, Eko & Fitri Nugraheni. (2019). Analisis Biaya Bekisting Konvensional Dan Bekisting Bekisting Semi-Sistem Pada Kolom Bangunan Gedung. Universitas Islam Indonesia.

Soeharto, Imam. (1999). Manajemen Proyek (Dari Konseptual Sampai Operasional) Jilid I. Erlangga. Jakarta.

Takim andriono & Gideon H. Kusuma. (1993). Design Struktur Rangka Beton Bertulang di Daerah Rawan Gempa. Erlangga, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.