Hubungan antara Konsep Diri dan Penyesuaian Diri dengan Resiliensi Mahasiswa dalam Menghadapi Banjir dan Rob di UNISSULA

Tia Rifa Andriani, Joko Kuncoro

Abstract


Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan penyesuaian diri dengan resiliensi mahasiswa dalam menghadapi dampak banjir dan rob. Hipotesis yang diajukan oleh peneliti adalah adanya korelasi antara konsep diri dan penyesuaian diri dengan resiliensi mahasiswa dalam menghadapi dampak banjir dan rob. Sampel yang termasuk dalam penelitian ini adalah 163 Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung angkatan 2015, angkatan 2016, angkatan 2017 dan angkatan 2018. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik stratified claster random sampling. Alat ukur yang digunakan terdiri dari tiga skala yaitu skala resiliensi, skala konsep diri dan skala penyesuaian diri. Skala resiliensi berjumlah 42 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,910. Skala konsep diri berjumlah 22 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,865. Skala penyesuaian diri berjumlah 30 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,880. Analisis data menggunakan regresi berganda dan korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dan penyesuaian diri dengan resiliensi R = 0,735 dan Fhitung = 94,164 dengan signifikansi 0,000 (p ˂ 0,01). Hasil uji korelasi parsial menunjukan bahwa konsep diri berkorelasi positif dengan resiliensi dan penyesuaian diri berkorelasi positif dengan resiliensi.

 

Kata kunci: Resiliensi, Konsep Diri dan Penyesuaian Diri.

 

Abstract

The aim of this study is to determine the correlation between self-concept and self-adjustment toward student resilience in dealing with the effects of floods and tidal floods. The hypothesis proposed by the researcher is there is a correlation between self-concept and self-adjustment with the resilience of students in dealing with the effects of floods and tidal floods. The samples of this study were 163 students of Sultan Agung Islamic University class of 2015, 2016, 2017 and 2018. The method of sampling used was stratified claster random sampling technique. In addition, the instrument that used to measure consisted of three scales, those were; resilience scale, self-concept scale, and self-adjustment scale. The resilience scale amounted to 42 items with a reliability coefficient of 0.910, school self concept amounted to 22 items with a reliability coefficient of 0.865 and self adjustment scale amounted to 30 items with a reliability coefficient of 0.880. Further, Data were analyzed by using multiple regression and partial correlation. The results of this study revealed that there was a significant relationship between self-concept and self-adjustment with resilience R = 0.735 and F = 94.164 with a significance of 0.000 (p ˂ 0.01). The results of the partial correlation test showed that self-concept was associated positively with resilience. Besides, self-adjustment was also positively associated with resilience.

 

Keywords: Resilience, Self Concept and Self Adjustment.

Full Text:

PDF

References


Agustiani, H. (2006). Psikologi Perkembangan, Pendekatan Ekologi Kaitanya Dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri pada Remaja. Bandung: Refika Aditama.

Alsa, A. (2001). Kontrovesi Uji Asumsi Dalam Statistik Parametrik. Buletin Psikologi, 18-22.

Astuti, F., & Edwina, T. N. (2017). Resiliensi pada Mahasiswa Tahun Pertama Program Kelas Karyawan Ditinjau dari Konsep Diri. Jurnal Psikologi, 11(2), 1-10.

Berita Satu. (2018, Mei Rabu). Dipetik Senin 8 Oktober, 2018, Dari Kaligawe Akibatkan Kemacetan Panjang: http://www.beritasatu.com/nasional/493735-banjir-kaligawe-semarang-akibatkan-kemacetan-panjang.html

Desmita. (2014). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ellis, J. B. (2018). Toward an Adaptation-Based Approach to Resilience. Journal of Psychology, 17(1), 1-13.

Evarall, R. D., Altrows, K. J., & Paulson, B. L. (2006). Creating A Future: A study of Resilience in Suicidal Female Adolescents. Journal of Counseling & Development, 26 (2), 461- 470.

Issacson, B. (2002). Characteristics and Enhancement of Resiliency in Young People. A Research Paper, 11(1), 1-15

Jr., A. S., Mannes, M., & Scales, P. (2012). Positive Adaptation, Resilience, and the Developmental Asset Framework. Journal Psychology, 10(1), 1-16.

Kompas.com. (2018, Januari Rabu). Dipetik Senin 8 Oktober, 2018, Dari Jelang Supermoon, Pantura Semarang Dilanda Banjir Rob: https://regional.kompas. com/read/2018/01/30/12410981/jelang-supermoon-pantura-semarang-dilanda-banjir-rob

LaFramboise, T. (2006). Family, Community, and School Influences on Resilience Among American Indian Adolescents in the Upper Midewest. Journal of Social Psychology, 7(1), 193-209.

Morgot, H. (1997). Resilience and Severe Burns. Journal of Counseling, 6(2), 365- 371

Novianty, A. (2011). Penyesuaian Dusun Panjang Ditinjau dari Resiliensi Komunitas Pasca Gempa. Jurnal Psikologi, 38(1), 30-39.

Rakhmat, J. (2009). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Reivich, K., & Shatte, A. (2002). The Resilience Factor. New York: Broadway Books. Santrock, J. W. (2007). Remaja. Jakarta: Erlangga.

Shalihat , A. K. (2015). Pola Adaptasi Masyarakat Terhadap Banjir di Perumahan Genuk Indah Kota Semarang. Skripsi tidak diterbitkan.

Siswanto. (2007). Kesehatan Mental: Konsep, Cakupan, dan Perkembangan. Yogyakarta: C.V. Andi offset.

Snyder, C., & Lopez, J. (2007). Positive Psychology: The Scientific and Practical Explorations of Human Strength. New Delhi: Sage Publication.

Sundari, S. (2005). Kesehatan Mental Dalam Kehidupan. Jakarta: Rineka Cipta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.