IDENTIFIKASI ALUN-ALUN KUDUS SEBAGAI FASILITAS RUANG TERBUKA PUBLIK DI TINJAU TERHADAP PENDEKATAN DIMENSI FUNGSI DAN DIMENSI SOSIAL

Rizqi Jamalludin

Abstract


ABSTRACT:

 In a city it is the most complicated creation, taste, intention, and human work throughout civilization. The city can be regarded as a crowded place and inhabited by heterogeneous (diversified) people in terms of livelihood, religion, customs and culture. On a network of custom houses with high population with socio-economic strata. The physical characteristics of a city vary greatly but the physical characteristics of a design city must have economic facilities such as markets or supermarkets, adequate parking space, recreational and sports venues, squares, government buildings, Kudus is the city with all its beauty . Of the 35 cities and regencies in Central Java, Kudus has an area of 425.5 sq. Km. One of the most unfortunate ones is the open space or open space that can be used publicly. Kudus city has an open space which is also owned by other cities, namely the square which is one of the landmarks that exist in the sanctuary. Being in the middle of the city makes this Kudus square always crowded in the place of people from various cities because almost all the way is centered to this square. Various elements which is the most important element in the arrangement of urban space. It is interesting to be studied because there are still many things that need to be studied and meticulously in the square kudus. Analyze case studies on the researchers will use 2 (two) theory. The goal is to know what elements of the elements exist in the city zone in the holy city. The author conducts research in the field with the aim of collecting data contained in and assisted by the literature and others.

Keywords: Kudus Square, Urban Dimension, Urban Space    

 

 

ABSTRAK

Dalam sebuah kotamerupakan hasil cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang paling rumit sepanjang peradaban. Kota bisa dibilang sebagai tempat yang padat dan dihuni oleh orang-orang yang heterogen (beraneka ragam)baik dalam hal mata pencaharian, agama, adat, dan kebudayaan. Pada sebuah kota kesatuan jaringan kehidupan manusia ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi disertai dengan strata sosial ekonomi. Ciri fisik sebuah kota sangat beragam akan tetapi ciri fisik sebuah kota jika dilihat dari seorang urban design harus mempunyai Sarana perekonomian seperti pasar atau supermarket, Tempat parkir yang memadai, Tempat rekreasi dan olahraga,  Alun-alun, Gedung-gedung pemerintahan, Kudus adalah kota dengan segala keindahannya. Dari 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah, Kudus memiliki luas 425,5 km persegi. Salah satu unsur yang penting dalam suatu kota adalah ruang terbuka atau open space yang dapat digunakan untuk aktivitas umum. Kota kudus memiliki ruang terbuka yang juga dipunyai oleh kota-kota lain, yaitu alun alun alun alun kudus sendiri merupakan salah satu landmark yang ada di kudus. Berada pada tengah kota membuat alun alun kudus ini selalu ramai di kunjungi masyarakat dari berbagai kota karena hampir semua jalan terpusat ke Taman alun alun kudus ini. Terdapat berbagai macam elemen yang dimana merupakan elemen terpenting dalam menataan urban space.Hal ini menarik untuk diteliti dikarenakan masih banyak hal hal yang perlu dipelajari dan di teliti di alun-alun kudus.Dalam menganalisa studi kasus di atas peneliti akan mengunakan 2 (dua) teori . Tujuan penulis adalah untuk mengetahui elemen elemen apa saja yang terdapat pada kawasan kawasan yang ada di kota kudus. Penulis melakukan observasi singkat dilapangan dengan tujuan mengumpulkan data kongkrit yang berada di sana dan dibantu oleh literature dan sumber yang lain.

Kata kunci: Alun-Alun Kudus, Dimensi perkotaan, Urban Space.


Full Text:

PDF

References


Affan Satrio Nugroho, Agus Suryono and Setiawan , Andhy. (2010). Analisa Alun Alun Kota Purworejo. Dalam Tugas Akhir Arsitektur Universitas Diponegoro

Carmona. (2008). Public space: the management dimension. Routledge, Taylor & Francis group. New York, USA

Bintarto. (1989). Interaksi Desa-Kota dan Permasalahannya, Jakarta: Ghalia Indonesia

Darmawan, Edy. (2007). Peranan Ruang Publik Dalam Perancangan Kota, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Graaf, H.J. de. (1998). Cina Muslim di Jawa Abad XV dan XVI antara Historisitas dan Mitos , terjemahan dari Chinese Muslims in Java in the 15th and 16th centuries: The Malay Annals of Semarang and Cirebon , Yogyakarta : PT Tiara Wacana.

http://www.isknews.com/ diakses pada Januari 2018

http://www.penataanruangjateng.info diakses pada Januari 2018

Nasrullah, R. (2015). Internet dan Ruang Publik Virtual, Sebuah Refleksi atas Teori Ruang Publik Habermas. Jurnal Komunikator, Vol 4, Nomor 1, 33–45.

Nugroho, A., Cahyono. (2009). Kampung Kota Sebagai Sebuah Titik Tolak Dalam Membentuk Urbanitas Dan Ruang Kota Berkelanjutan. Jurnal Rekayasa, Vol 13, Nomor 1, 209-218

Pangarsa, Galih W. (2006). Merah Putih Arsitektur Nusantara, Yogyakarta : Andi

Puspasari, R., Ernawati, J., & Suryasari, N. (2015). Pola Aktivitas Pada Ruang Publik Taman Bungkul Surabaya. Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Vol 4, Nomor 2, 17–24.

Hakim, Rustam. 2004, Arsitektur Lansekap, Manusia, Alam dan Lingkungan. Jakarta : Bumi Aksara

Santoso, E. B. (2008). Studi Perencanaan Penataan Kawasan Alun-Alun Kota Brebes. Jurnal Teknik Sipil Dan Perencanaan, Vol 10, Nomor 2, 151–160.

Sardjono, Agung. Rochma Harani, Arnis. (2017) Sacred Space in Community settlement of Kudus Kulon, Central Java, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science Vol 99, 1-6

Scurton, Roger. 1984, The Meaning of Conservatism, London : Macmillan Publishers Limited

Zahnd, Markus,1999, Perancangan Kota Secara Terpadu, Teori Perancangan Kota dan Penerapannya, Semarang : Kanisius.

Zahra, A. F., Pertanian, J. B., Pertanian, F., Brawijaya, U., Beauty, S., & Rayman, M. (2014). Evaluasi Keindahan Dan Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) Alun-Alun Kota Batu the Evaluation of Beauty and Comfort At Green Open Space Batu City Square. Jurnal Protan, Vol 7, Nomor 2, 524–532.

Zhang dan Lawson. (2009). Meeting and greeting: activities in public outdoor spaces outside high-density urban residential communities. Urban design international, vol 14, Nomor 4, 207-214




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/jpsa.v15i1.2761

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


The Journal Planologi is published by Study Center Planlogi, Departement of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Sultan Agung Islamic University, Semarang, Indonesia.