RESILIENSI PADA MAHASISWI BERCADAR DI KOTA SEMARANG

Efrika Ayu Vegawati, Titin Suprihatin

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami gambaran resiliensi berdasarkan karakteristik resiliensi serta faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi pada mahasiswi bercadar di kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek terdiri dari tiga mahasiswi bercadar yang berkuliah di perguruan tinggi negeri kota Semarang. Subjek dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam dan observasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran resiliensi subjek diperoleh dari lima karakteristik resiliensi yaitu perseverance, equaminity, meaningfulness, self reliance dan existential alones. Faktor-faktor yang berpengaruh pada resiliensi subjek yaitu karakteristik individu, pengaruh keluarga, lingkungan sekitar dan kelembagaan. Terdapat perbedaan tingkat kemampuan resiliensi dari diri ketiga subjek yang digambarkan subjek AM lebih dominan perseverance, subjek DN lebih dominan meaningfulness dan subjek SD lebih dominan self reliance. Akan tetapi, ketiga subjek memiliki kesamaan dalam hal faktor yang berpengaruh pada kemampuan resiliensi yaitu karakteristik individu tanpa ada pengaruh dari orang tua, lingkungan sekitar dan kelembagaan atau pihak universitas yang justru masih memberikan penilaian negatif, bahkan penolakan kepada keberadaan perempuan bercadar.


Keywords


mahasiwi bercadar; resiliensi

Full Text:

PDF

References


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. (2012). Retrieved 4 6, 2017, from Portal Mahkamah Konstitusi: https://portal.mahkamahkonstitusi.go.id/eLaw/mg58ufsc89hrsg/1f32ffaa83555e001038d1e0cda7b281849acef2d.pdf

AT. (2017, 2 11). Resiliensi pada mahasiswi bercadar di kota semarang. (E. A. Vegawati, Interviewer)

Azzahra, F. (2016, Mei 5). Islam memuliakan perempuan. Retrieved Maret 5, 2017, from VOAIslam: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2016/05/05/43865/islam-memuliakan-perempuan/

Badan Pusat Statistik. (2017). Jumlah pemeluk agama di kota Semarang, 2001 -2015. Retrieved 3 9, 2017, from Badan Pusat Statistik kota Semarang: https://semarangkota.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/65

Banano, G. A., Renicke, C., & Dekelv, S. (2005). Self enhancement among high exposure survivors of the September 11 terrorist Attack: resilience or social maladjusment. Journal Of Personality and Social Psychology. Vol 25, No. 6, 64-74.

Bungin, B. (2003). Analisis data penelitian kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Coulson, R. (2006). Resilience and self-talk in. University Student: University of Calgary.

Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitataif & desain risetn memilih di antara lima pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

E, G. (1995). A guide to promoting resilience in children: strengthening the human spirit.

Engineer, A. A. (2003). Pembebasan perempuan. Yogyakarta: LKis Yogyakarta.

Giorgi, A., & Giorgi, B. (2009). Fenomenologi. In J. A. Smith, Psikologi kualitatif panduan praktis metode riset (pp. 49-53). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Grothberg, E. (1995). A guide to promoting resilience in children: strengthening the human spirit. the series early childhood development: practice and reflections. Number 8. The Hague:

Benard van Leer Voundation.

Hadi, R. N. (2015, 4 14). Hijab, trend dan aturan. Retrieved 3 9, 2017, from Kompasiana: http://www.kompasiana.com/rizkinurismarinihadi/hijab-trend-dan-aturan_555476657397733a14905529

Henderson, N., & Milstein, M. M. (2003). Resiliency in schools making it happen for students and educators. California, USA: Corwin Press, Inc.

Holaday, & Phearson. (1997). Resilience and severe burns. Journal of counseling and development, 75,( 5), 346-356.

Ige, E. P. (2015). Insiden bule semarang dan wanita bercadar. Semarang: Liputan 6 Regional Semarang.

Iskandar, A. S. (2013). Konstruksi identitas muslimah bercadar. Artikel ilmiah hasil penelitian mahasiswa 2013, p. 2.

Maliani, Q. (2013). Hubungan antara religiusitas dengan resiliensi pada wanita muslimah bercadar usia dewasa awal di kota Bandung. Bandung: Jurusan Psikologi fakultas ilmu pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.

Mayasari, R. (2014). Mengembangkan pribadi yang tangguh melalui pengembangan pelatihan resiliensi. Jurnal dakwah, Vol. XV, No. 2 Tahun 2014, 267-269.

Nasution, M. (2011). Resiliensi daya pegas menghadapi trauma kehidupan. Medan: USU Press.

Nawir, M., & Syarifudddin. (2016). Persepsi masyarakat tentang perempuan bercadar. Jurnal equilibirium FKIP Unismuh Makasar. Volume II No. 1 Januari 2016.

P. (2017, 3 9). Resiliensi pada mahasiwi bercadar di kota Semarang. (E. A. Vegawati, Interviewer)

Patilima, H. (2015). Resiliensi anak usia dini. Bandung: ALFABETA.

Poerwandari, E. K. (2007). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3 UI).

Putri, A. (2012). Pengaruh kelelahan emosional terhadap perilaku belajar pada mahasiswa yang bekerja. Jurnal ilmiah, 2.

Ratri, L. (2011). Cadar, media, dan identitas perempuan muslim. Vol 39, No.2 (2011), 32.

Reivich, K. (2002). The resilience factor 7 essensial skils for overcoming life's inevitable obstacles. New York, USA: Broadway Books.

Reivich, K., & Shatte, A. (2002). The resilience factor 7 essential skils for overcoming life's inevitable obstacles. New York, USA: Broadway Books.

Rema, R. S. (2007). Perbedaan self-regulation pada mahasiswa yang bekerja dan mahasiswa yang tidak bekerja. Jurnal Universitas Paramadina .

Riandini, R. (2012). Niqab: jika belum sanggup, jangan mengejek!. Karanganyar, Jawa Tengah: VOA Islam.

Richardson, G. E. (2002). The metatheory of resilience and resiliency. Journal of clinical psychology, 58, 307-321.

Salim. (2002). Kamus bahasa Indonesia kontemporer. Jakarta: Modern English Press.

Sari, F. H., Lilik, S., & Agustin, R. W. (2014). Studi fenomenologi mengenai penyesuaian diri pada wanita bercadar. Wacana Jurnal Psikologi VOL.6 NO.11 Januari 2014.

Schoon, I. (2006). Risk and resilience: adaption in changing times. Singapore: Cambridge University Press.

Shalih, A. U. (2010). Hukum cadar. Solo: At-Tibyan.

Shihab, M. Q. (2004). Jilbab: pakaian wanita muslimah (pandangan ulama masa lalu dan cendekiawan kontemporer). Jakarta: Lentera Hati.

Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunesti, y. (2012, April). Ruang publik dan ekspresi keberagaman perempuan berjilbab di Yogyakarta. SOSIOLOGI REFLEKTIF, Volume 6, Nomor 2, 11.

Taimiyah. (2010). Hijab dan cadar bagi wanita muslimah. Yogyakarta: At Tuqa.

VOA-islam.com. (2013). Kronologi dikeluarkan mahasiswi bercadar dari kampus STIKIM Jakarta. jakarta: VOA Islam.

Wagnild, G. M., & Young, H. M. (1993). Development and psychometric evalution of the resilience scale. Journal of nursing measurement, 1, (2), 165-178.

Widuri, E. L. (2012, 8). Regulasi emosi dan resiliensi pada mahasiwa tahun pertama. humanitas, Vol. IX No.2 Agustus 2012, IX, 149.

Wijayanti, M. R. (2008). Gambaran resiliensi pada muslimah dewasa muda yang menggunakan cadar. Depok.

Yuniardi, M. S. (2009). Analisis potensi resiliensi korban lumpur panas lapindo: tinjauan pada tiap tahap perkembangan. Jurnal Psikologia, Volume 4, Nomor 2.

Yuniardi, M. S., & Djudiyah. (2011). "Support group therapy" untuk mengembangkan potensi resiliensi remaja dari keluarga "single parrent" di kota Malang. Jurnal Psikobuana Vol.3, No.2, 135-140




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/jp.14.1.43-52

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Proyeksi by http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/proyeksi/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stat