Industri Budaya dalam Menciptakan Standar Kehidupan Perempuan: Kajian Perkembangan Media

Maisaroh Batubara

Abstract


Media merupakan salah satu kanal dalam mentransmisikan nilai-nilai budaya berikut perkembangannya. Salah satu hal yang digaungkan media bersamaan dengan perkembangan ini ialah melalui industri budaya. Industri budaya berbicara bagaimana para petinggi media menciptakan pasar dengan standardisasi, masifikasi, dan komodifikasi tertentu. Hal ini bukan menjadi ekspresi dari budaya yang hidup di masyarakat, melainkan hanya sebagai produk dari industri semata. Pembahasan industri budaya tidak pernah terlepas dari bagaimana kehidupan perempuan sebagai salah satu pihak yang menjadi target pasar dari industri budaya, sebab perbincangan tentang perempuan akan selalu menarik banyak pihak dari berbagai sudut pandang dalam melihat fenomenanya. Ini merupakan konsekuensi logis dari media yang hidup dalam sistem kapitalisme: memaksimalkan keuntungan, meminimalkan biaya pengeluaran. Tiga konsep utama dalam industri budaya ini -standardisasi, masifikasi, dan komodifikasi- membangunkan kesadaran palsu perempuan untuk  hidup sesuai dengan selera media. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi momentum tersendiri bagi para petinggi media menciptakan pasar ini. Hematnya, perkembangan teknologi dalam era digitalisasi ini justru menjadi jalan pintas dalam menyebarluaskan standar-standar tersebut. Perkembangan teknologi ini besifat suportif terhadap optimalisasi komunikasi industri budaya dalam menciptakan dunia dengan standar tertentu. Tujuan dari tulisan ini adalah mencari spesifikasi konten media seperti apa yang menggambarkan bagaimana perempuan dan laki-laki dan mencari tahu bagaimana hard content dan soft content digambarkan. Sehingga tulisan deskripsi ilmiah ini dapat menjadi acuan standar refleksi bagi individu dalam menginternalisasi dan memahami pesan-pesan yang terkandung  di dalam media agar individu dapat lebih kritis dalam melihat konten media yang ada. Melalui tulisan ini pula, seharusnya praktisi media mulai menyadari bahwa semestinya diciptakan kategori baru yang seyogyanya menggambarkan perempuan dan laki-laki pada konten yang lebih umum. Metode yang digunakan peneliti adalah metode analisis konten didukung dengan studi literatur dan dokumen terkait. Penulis mengumpulkan 30 artikel dari media berita online, hasil dari kajian penelitian menunjukkan, hard content yang berat membahas bisnis, olahraga, kejahatan, dan pengetahuan/teknologi cenderung disematkan kepada laki-laki. Soft content yang berat membahas tentang dunia fashion, kecantikan, edukasi, keuangan pribadi, makanan dan perjalanan, kesenian, serta hiburan, biasanya lebih disematkan kepada kehidupan perempuan oleh media.


Keywords


media content , representation of women, hard content and soft content

Full Text:

PDF

References


Basnyat, I., & Chang, L. (2014). Are You a “Woman� Representation of Femininity in Two Women's Magazines in Singapore, Cleo and Her World. Communication Research Reports, 31, 82-91.

Boczkowski, P. J. (2009). Rethinking Hard and Soft News Production: From Common Ground to Divergent Paths. Journal of Communication, 59, 98-116.

Day, A. L. (2006). ETHICS IN MEDIA COMMUNICATIONS . Louisiana: Thomson Wadsworth.

Glogger, I., & Otto, L. P. (2019). Journalistic Views on Hard and Soft News: Cross-Validating a Popular Concept in a Factorial Survey. Journalism & Mass Communication Quarterly, 96(3), 811-829.

Hadkinson, P. (2011). Media, Culture, and Society. London : SAGE.

Hartley, J. (1982). Understanding News . London : Routledge.

Johannsdottir, V. (2018). Commercialization in the Icelandic Press: An analysis of hard and soft news in major print and online media in Iceland in times of change. Journalism, 1-17.

Matthes, J. (2009). WHAT‘S IN A FRAME? A CONTENT ANALYSIS OF MEDIA FRAMING STUDIES IN THE WORLD’S LEADING COMMUNICATION JOURNALS, 1990-2005. J&MC Quarterly, 86(2), 349-367.

Perloff, R. M. (2014). The Dynamics of Political Communication: Media and Politics in a Digital Age. New York: Routledge.

Reinemenn, C., Stanyer, J., Scherr, S., & Legnante, G. (2011). Hard and soft news: A review of concepts, operationalizations and key findings. Journalism, 13(2), 221 –239.

Rios, M. E., Rodgers, S., Thorson, E., & Yoon, D. (2005). Representation of Women in News and Photos: Comparing Content to Perceptions. Journal of Communication, 152-166.

Siregar, H. (1999). MENUJU DUNIA BARU: Komunikasi, Media, dan Gender. Jakarta : YAKOMA-PGI.

Vandenbosch, L., & Eggermont, S. (2013). Sexualization of Adolescent Boys: Media Exposure and Boys’ Internalization of Appearance Ideals, Self-Objectification, and Body Surveillance. Men and Masculinities, 16(3), 283-306.

Willzig, S. N., & Seletzky, M. (2010). Hard news, soft news, ‘general’ news: The necessity and utility of an intermediate classification. Journalism, 11(1), 37-56.

Yang, F.-c. I. (2007). Beautiful-and-Bad Woman: Media Feminism and the Politics of Its Construction. Feminist Studies, 33(2), 361-383.




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/jikm.v8i1.7994

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Â