Reformulating Land Deed Officials Liability in Tax Document Forgery Cases

Teguh Adhipradana

Abstract


This study aims to analyze the legal arrangements regarding the responsibilities of Land Deed Making Officials (PPAT) in the case of falsification of tax documents and formulate fair liability limits. This research uses normative juridical methods with laws and regulations, conceptual, and case approaches. The novelty of this research lies in the introduction of the concept of "reasonable verification standards" as a new legal framework in determining the limits of PPAT's liability. The results of the study show that PPAT cannot be held materially or criminally liable if it has carried out administrative verification according to procedures, but is still deceived by false documents submitted by buyers. The main responsibility lies with the buyer as a taxpayer who deliberately commits forgery. In addition, the absence of an integrated real-time validation system weakens the basis for imposing excessive liability on PPAT. Therefore, this study proposes a reformulation of responsibilities that limits the role of PPAT to administrative and procedural aspects, while material and criminal responsibilities remain imposed on the perpetrator. This reformulation is important to realize legal certainty, justice, and usefulness in the land administration and taxation system.


Keywords


Forgery; Legal Reform; Liability; PPAT; Verification.

Full Text:

PDF

References


Journals:

Assikin, Y. C., Abubakar, L., & Lubis, N. A. (2019). Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah Berkaitan Dengan Dibatalkan Akta Jual Beli Ditinjau Dari Peraturan Perundang-Undangan Yang Berlaku. Akta Djurnal, 3(1), 80–97.

Febriana, N. E., Parsa, I. W., Artha, I. G., & Bagiastra, I. N. (2022). The Role of Notaries and Land Titles Registrar in Collecting Duties on The Land and Building Rights Acquisition on The Making of Sale and Purchase Deeds in Singaraja City. Jurnal Akta, 9(2), 129–140.

Juniarta, A. A. B., & Swardhana, G. M. (2021). Tanggung Jawab Notaris dan PPAT Terkait Dengan Akta Jual Beli Tanah. Acta Comitas Jurnal Hukum Kenotariatan, 6(2).

Kasman, R. P., Khairani, & yofiarti. (2025). Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Dalam Pembayaran Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Atas Transaksi Jual Beli Tanah dan/atau Bangunan di Kota Padang. Unes Journal of Swara Justisia, 8(4), 896–912.

Khalimaya Nugroho, A., Al Ha Za Zuna Darma Illahi, I., & Endah Wahyuningsih, S. (2019). Roles and Responsibilities Land Deed Official (PPAT) Of Tax Duty in the Implementation of Acquisition of Land and Buildings (BPHTB) Underpayment by the Taxpayers in Semarang. Jurnal Akta, 6(4), 669–674.

Kurniati, , Nia. (2018). Implikasi Hukum Penerapan Pasal 91 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Terhadap Konstelasi Pemindahan Hak. Jurnal Rechtidee, 2(13), 160–181.

Oktapianti, D. A., Rahmatiar, Y., & Abas, M. (2025). Pertanggungjawaban Pejabat Pembuat Akta Tanah Pemalsuan Data Yang Dihubungkan Dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 Tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. JIHHP: Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 6(1), 133–142.

Prihandini, A. D., & Cahyarini, L. L. (2021). Peran Tanggung Jawab PPAT dalam Perhitungan Pajak BPHTB Demi Mewujudkan Kepastian Hukum. Jurnal Notarius, 16(3), 1294–1308.

Radbruch, G. (2006). The Spirit of Roman Law (dalam karya kolektif: Statutory Lawlessness and Supra-Statutory Law). Oxford Journal of Legal Studies, 26(1), 7.

Rukmi Widowati, A., Dewi, I., & Koeswarni, E. (2021). Implikasi Pemalsuan Validasi Surat Setoran Pajak Dalam Pembuatan Akta Jual Beli Tanah. PALAR (Pakuan Law Review), 7(3), 252–267.

Sundary, R. I. (2018). Pengalihan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB) Dari Pajak Pusat Menjadi Pajak Daerah Sebagai Upaya Pengingkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jurnal Aktualita, 1(1), 279–284.

Utama, M. R. (2024). Kewenangan PPAT Dalam Pembuatan Akta Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Jual Beli. Jurnal Grondwet, 2(3), 72–80.

Wahyuana, Y. M. (2022). Akibat Hukum Terhadap PPAT Yang Menandatangani Akta Jual Beli Sebelum Dilakukannya Pembayaran BPHTB. Jurnal Hukum Dan Kenotariatan, 6(3), 1494–1509.

Books:

Adjie, H. (2011). Aspek Pertanggungjawaban Notaris dan PPAT dalam Pembuatan Akta. Mandar Maju.

Harsono, B. (2016). Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya (Cetakan 13). Djambaan.

Hartanto, L. P. (2019). Penetapan Nilai Tanah sebagai Dasar Pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Independen (Anggota IKAPI).

Jamilah, L. (2021). Hukum Agraria. Unisba Press. P. 142-144

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Kencana Prenada Media Group.

Adjie, H. (2017). Sanksi Perdata dan Administratif Terhadap Notaris dan PPAT Sebagai Pejabat Umum. Replika aditama.

Santosa, U. (2016a). Pejabat Pembuat Akta Tanah: Sosok, Wewenang, dan Kewajiban. Kencana Prenada Media Group.

Santosa, U. (2016b). Pendaftaran dan Peralihan Hak atas Tanah (Cetakan ke 1). Kencana Prenada Media Group.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2016). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat (Cetakan 17). PT Raja Grafindo Persada.

Soerodjo, I. (2015a). Kepastian Hukum Hak Atas Tanah di Indonesia. Arkola.

Soerodjo, I. (2015b). Kepastian Hukum Hak Atas Tanah di Indonesia. Arkola.

Tedjosaputro, L. (1995). Etika Profesi Notaris dalam Penegakan Hukum. Bigraf Publishing.

Tobing, G. H. S. L. (1999). Peraturan Jabatan Notaris. Erlangga.

Internet:

Rahmatin, R., & Puri W, S. (2023, October). Denda Kelalaian PPAT dan Notaris Yang Menandatangani AJB Sebelum BPHTB Dibayar Naik: Akibat Denda Sebelumnya Tidak Efektif. Kompasiana.Com.

Regulation:

Bandung High Court Decision, Case Number 260/PID/2021/PT BDG, mahkamahagung.go.id (2021).

Civil Code Number 23 of 1847, Pub. L. 23, Peraturan.bpk.co.id (1847).

Decision of the Bandung High Court in Case Number 1018/PID.B

Government Regulation (PP) Number 24 of 1997 concerning Land Registration, Pub. L. 24, https://peraturan.bpk.go.id (1997).

Government Regulation (PP) Number 35 of 2023 concerning General Provisions for Regional Taxes and Regional Levies, Pub. L. 35, Peraturan.bpk.co.id (2023).

Government Regulation (PP) Number 37 of 1998 concerning Regulations on the Position of Land Deed Officials, Pub. L. 37, Peraturan.bpk.co.id (1998).




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/ldj.8.2.605-617

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Law Development Journal has been indexed in: