ANALISA EFEKTIVITAS MESIN TENUN PRODUKSI C1037 MENGGUNAKAN PENGUKURAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) (Studi Kasus : PT. Apac Inti Corpora)

Argiawid Arsya Ambara, Novi Marlyana, Akhmad Syakhroni

Abstract


Abstrak – PT. Apac Inti Corpora merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang tekstil, mulai dari proses pemintalan serat kapas menjadi benang (Spinning), penenunan (Weaving) benang menjadi kain polos serta denim. Berlokasi di Jl. Raya Soekarno-Hatta Km.32, Desa Harjosari, Bawen, Semarang, jawa Tengah.Penelitian ini dilakukan di unit Weaving I Toyoda proses loom (penenunan) benang menjadi kain, dengan produksi kain C1037, penelitian ini dilakukan pada bulan April 2019 yang dimana menghasilkan downtime yang lebih besar dari 3% pada mesin tenun Air jet loom. Dimana hal ini perlu dilakukan Analisa terhadap factor yang mempengaruhi downtime mesin Air Jet Loom ini.

Dari permaslahan tersebut dilakukanlah perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) agar dapat dilakukan analisa mengenai factor terbesar penyebab kerugian terjadinya downtime.OEE sendiri merupakan hasil pengalian dari Availability Rate(90%), Performance Rate(95%) dan Quality Rate(99%). Setelah dilakukannya perhituungan OEE mesin-mesin yang nilai standarnya kurang dari 85% diinputkan untuk perhitungan six big losses guna mengetahui losses tertinggi yang mengakibatkan rendahnya nilai Overall Equipment Effectiveness tersebut. Kemudian dari nilai losses tertinggi dilakukan Analisa Fishbone Diagram (diagram sebab akibat) untuk mengetahui factor kerusakannya dan dapat meminimalisir hal yang sama terulang kedepannya. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dari kesembilan mesin yang memproduksi kain C1037 terdapat enam mesin yang nilai OEE-nya masih dibawah 85% yaitu mesin 509 (76,997%), mesin 610 (82,872%), mesin 709 (81,778%), mesin 606 (84,677%), mesin 508 (84,959%), dan mesin 706 (84,561%). Dari nilai ini dilakukan perhitungan six big losses yang menghasilkan nilai losses terbesar adalah breakdown losses dengan nilai 8,04%. Setelah dilakukan Analisa fishbone diagram dapat diketahui factor penyebab breakdown losses antara lain dari Mesin, Lingkungan, Bahan Baku dan Manusia. Serta dapat diberikan usulan untuk mencegah breakdown losses dengan rajin mengecek bagian/komponen mesin, perekaman data kerusakan dibuat langsung input dalam soft file, rajin melakukan pembersihan di area produksi dll.

Kata Kunci : PT. Apac Inti Corpora, Air Jet Loom, Produktivitas, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses, Diagram Ishikawa

Full Text:

PDF

References


J. Pranoto, "Implementasi Studi Preventive Maintenance Fasilitas Produksi Dengan Metode Reliability Centered Maintenance Pada Pt. XYZ," 2015.

M. Hasriyono, “EVALUASI EFEKTIVITAS MESIN DENGAN PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE ( TPM ),” Skripsi USU, 2009.

I. Nursanti, “Analisis Perhitungan Overall Equipment Effectiveness ( OEE ) Pada Mesin Packing Untuk Meningkatkan Nilai Availability Mesin,” pp. 96–102, 2014.

Hermanto, “Pengukuran Nilai Overall Equipment Effectiveness pada Divisi Painting di PT . AIM,” vol. 17, pp. 97–106, 2016.

H. Suliantoro, N. Susanto, H. Prastawa, I. Sihombing, and M. Anita, “Penerapan Metode Overall Equipment Effectiveness ( OEE ) Dan Fault Tree Analysis ( FTA ) Untuk Mengukur Efektifitas Mesin Reng,” vol. 12, no. 2, pp. 105–118, 2017.

Bernandus Yoseph Bilianto dan Yurida Ekawati, “Pengukuran Efektivitas Mesin Menggunakan Overall Equipment Effectiveness Untuk Dasar Usulan Perbaikan,” Profisiensi, pp. 1–9, 2016.

R. Sasmitha, “Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Di PT. Indonesia Asahan Alumunium (INALUM),” 2015.

M. I. Mustajib, “Sistem Perawatan Terpadu,” Pertama., vol. I, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013.

M. Muwajih, “Analisa Overall Equipment Effectiveness (OEE) Plan 2A Welding Section Stasiun Rear Frame Assy Dalam Menunjang Kelancaran Poses Produksi (Studi Kasus PT. XYZ Manufature Otomotif),” Univ. Mercu Buana, p. 97, 2015.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.