Pengaruh modern dressing terhadap skor penyembuhan luka ulkus diabetikum

Dessy Khoirunisa, Dayan Hisni, Retno Widowati

Abstract


Pendahuluan: Salah satu komplikasi Diabetes Melitus(DM) yaitu, Ulkus Diabetikum. Ulkus diabetikum adalah luka yang membutuhkan perawatan khusus, penatalaksanaan untuk mengatasi luka ulkus diabetic, yaitu dengan metode modern dressing. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui pengaruh modern dressingterhadap skor penyembuhan luka ulkus diabetikum. Metode:Quasi eksperimen, pre-testdan post-testtanpa menggunakan kelompok kontrol. Total sampling teknik digunakan dalam penelitian inidengan jumlah 18 pasien. Analisis data dilakukan dengan uji parametrik yaitu paired t-test. Hasil:Adanya perbedaan signifikan dengan p value0,000 dalam rerata skor penyembuhan luka ulkus diabetikum sebelum dan sesudah diberikan modern dressing. Penelitian ini ditemukan perbaikan luka ulkus diabetikum dengan perawatan luka Modern dressing. Simpulan:Modern dressingini mampu menurunkan skor penyembuhan luka ulkus diabetikum. Intervensi ini dapat direkomendasikan untuk pasien ulkus diabetikum.


Keywords


Diabetes mellitus; ulkus diabetikum; proses penyembuhan luka; modern dressing

Full Text:

PDF

References


[IDF], I. D. F. (2017). IDF Diabetes ATLAS Eighth edition 2017. In IDF Diabetes Atlas, 8th edition, 46-49. https://doi.org/http://dx.doi. org/10.1016/S0140-6736(16)31679-8.

Adriani, & Mardianti, T. (2016). Penggunaan balutan modern (hydrocoloid) untuk penyembuhan luka Diabetel Mellitus tipe II. Jurnal Iptek Terapan, 10(1), 18-23. https://doi.org/10.22216/jit.2016.v10i1.392

Al Ansori, N. H., Widayati, N., & Ardiana, A. (2014). Pengaruh Perawatan Luka Menggunakan Madu terhadap Kolonisasi Bakteri Staphylococcus Aureus pada Luka Diabetik Pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Rambipuji Kabupaten Jember (The Effect of Wound Care Using Honey on Staphylococcus Aureus Ba. E-Jornal Pustaka Kesehatan, 2(3), 499–506.

American Diabetes Association. (2019). Standards of Medical Care in Diabetes 2019. Journal of Clinical and Applied Research and Education Diabetes Care, 41(1), S5–S13.

Angriani, S., Hariani, H., Dwianti, U., Kesehatan, P., & Makassar, K. (2019). Efektifitas Perawatan Luka Modern Dressing Dengan Metode Moist Wound Healing Pada Ulkus Diabetik Di Klinik Perawatan Luka Etn Centre Makassar. Jurnal Media Keperawatan Politeknik Kesehatan Makassar, 10(01), 19-24.

Arisanty, I. P. (2013). Konsep dasar manajemen perawatan luka. Jakarta: EGC, 29-43.

Basri, H. M. (2019). Pengalaman Pasien DM Tipe 2 Dalam Melakukan Perawatan Ulkus Diabetik Secara Mandiri. 19–29.

Damsir, K., Irnayanti, R., Arifin Nu, R., Kabupaten Sidrap Sulsel, M., Stie Amkop, Pp., & Nani Hasanuddin, S. (2018). Analisis Manajemen Perawatan Luka Pada Kasus Luka Diabetik Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Arifin Nu’mang Kabupaten Sidrap. Jurnal Kesehatan, 1(2), 116–124.

Gitarja, W. S., Jamaluddin, A., Wibisono, A. H., Megawati, V. N., & Fajar, K. (2018). Wound Care Management in Indonesia: Issues and Challenges in Diabetic Foot Ulceration. Wounds Asia, 1(2), 13–17.

International Diabetes Federation. (2017). IDF Clinical Practice recommendations on the diabetic foot-2017. Journal of Advanced Nursing. International Diabetes Federation, 42-49. https://doi.org/10.1111/jan.14580

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Infodatin : Situasi dan Analisis Diabetes (pp. 1–7).

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf

Kurnia, S., Sumangkut, R., & Hatibie, M. (2017). Perbandingan kepekaan pola kuman ulkus diabetik terhadap pemakaian PHMB gel dan NaCl gel secara klinis. 9(1), 38–44.

Nabila, N. P., Efendi, P., Kesehatan, P., Kesehatan, K., & Keperawatan, J. (2017). Proses Penyembuhan Luka Ulkus Diabetikum dengan Metode Modern Dressing di Klinik Maitis Efrans Wound. 146–151.

Nurdin, I., & Hartati, S. (2019). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media Sahabat Cendekia, 27-125.

Perdanakusuma, D. S. (2015). Modern Wound Management: Indication & Application: Pengetahuan Praktis, Informasi Produk dan Direktori. Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Universitas Airlangga.

Purnomo, S. E. C., Dwiningsih, S. U., & Lestari, K. P. (2014). Efektivitas Penyembuhan Luka Menggunakan NaCl 0,9% dan Hydrogel pada Ulkus Diabetes Mellitus di RSU Kota Semarang. Prosiding Konferensi Nasional II PPNI Jawa Tengah, 144–152.

Riani, & Handayani, F. (2017). Perbandingan efektivitas perawatan luka modern “moist wound healing” dan terapi komplementer “NaCl 0,9% dan madu asli” terhadap penyembuhan luka kaki diabetik derajat ii di RSUD Bangkinang. Jurnal Ners Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, 1(2), 98–107.

Rina, Setyawan, H., Nugroho, H., Hadisaputro, S., Pemayun, T. G. D., & Kesehatan Masyarakat Undip, F. (2016). Faktor-Faktor Risiko Kejadian Kaki Diabetik pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (Studi Kasus Kontrol di RSUP dr. M. Djamil Padang). In JEKK. 1(2).

Rukmi, D. K., & Hidayat, A. (2018). Pengaruh Implementasi Modern Dressing Terhadap. 5(Suppl 1), 19–23.

Supriyadi. (2017). Panduan Praktis Skrinning Kaki Diabetes Melitus. Jakarta: Deepublisi.

Wijaya, I. M. S. (2018). Perawatan Luka dengan Pendekatan Multidisiplin. Yogyakarta: ANDI.




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/nurscope.6.2.74-80

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats