Fungsi Sidik Jari Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan (Studi Kasus Di Polres Tegal)

Anton Rudiyanto

Abstract


AbstrakSidik jari sebagai alat bukti dalam proses penanganan sebuah tindak pidana khususnya pembunuhan bukan menjadi hal yang baru karena termasuk dalam alat bukti yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang terkait. Dalam penanganan tindak pidana pembunuhan, proses identifikasi pelaku menjadi sangat penting untuk mengetahui pelaku kejahatan dan dikaitkan dengan sebuah sidik jari dan dalam hal ini perlunya pemahaman analisa hukum terhadap fungsi sidik jari pelaku dalam penanganan tindak pidana pembunuhan. Terkait peran sidik jari sebagai alat bukti dalam mencari kebenaran pada sebuah tindak pidana, memiliki dasar hukum dimana bahwa dasar bagi kepolisian dalam melaksanakan penindakan sebuah tindak pidana dengan menggunakan alat bukti berupa sidik jari dalam hal ini bahwa wujud konkret dari keterangan atas suatu sidik jari dalam suatu perkara pidana dapat berbentuk surat keterangan yang dibuat oleh seorang ahli yang dapat dikualifisir sebagai alat bukti surat. Dalam hal ini Polres Tegal berupaya mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi baik hambatan eksternal maupun internal dengan berbagai solusi dalam kasus pembunuhan yang dimana tidak mudah dalam melaksanakan identifikasi pengambilan sidik jari karena berhasil atau tidaknya perolehan sidik jari dipengaruhi oleh keadaan sekelilingnya.Keywords: Sidik Jari, Pelaku Tindak Pidana, Pembunuhan.

 

Abstract

Fingerprints as evidence in the process of handling a criminal act especially murder is not a new thing because it is included in legal evidence in accordance with the relevant legislation. In the handling of criminal acts of murder, the process of identifying the perpetrator becomes very important to know the offender and associated with a fingerprint and in this case the need for an understanding of legal analysis of the fingerprint function of the offender in handling murder offenses. In relation to the role of fingerprints as evidence in seeking the truth of a crime, it has a legal basis that the basis for the police in carrying out a criminal act by using evidence in the form of fingerprints in this case that concrete form of information on a fingerprint in a a criminal case may take the form of a certificate made by an expert who can be qualified as a proof of mail. In this case the Tegal Police is trying to overcome the obstacles that occur both external and internal barriers with various solutions in cases of murder which is not easy in implementing fingerprint identification because the success or failure of fingerprint acquisition is influenced by the circumstances surrounding it.

Keywords: Fingerprint, Criminal Act, Murder.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.30659/jku.v14i4.2568

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Jurnal Hukum Khairu Ummah Indexed by :

google_scholar doajr onesearch garuda crosref sinta dimension scopus tomson scopus scopus taylor taylor taylor
Jurnal Khairu Ummah
   
Faculty of Law, UnissulaCopyright of Jurnal Khairu Ummah
Jalan Kaligawe Raya KM.4, Terboyo Kulon, Genuk,ISSN ( Print )e-ISSN ( Online )
Semarang, Central Java, Indonesia, 50112Â