Analisis Situasi Komunikasi dan Jaringan Komunikasi Kesehatan pada Masyarakat Cintaratu

Hadi Suprapto Arifin, Ikhsan Fuady, Dwi Masrina

Abstract


Masyarakat Cintaratu merupakan masyarakat pedesaan yang memiliki permasalahan kesehatan yang cukup kompleks. Permasalahan ini tidak lepas dari pengetahuan tentang infomasi kesehatan yang masih rendah. Dalam diseminasi informasi kesehatan yang efektif diperlukan suatu strategi yang tepat. Analisis situasi komunikasi kesehatan dan pemetaan komunikasi merupakan suatu tindakan yang tepat sebelum melakukan diseminasi infomasi kesehatan.  Metode Analisis situasi komunikasi dan pemetaan jaringan komunikasi ini menggunakan metode survey dan juga dilengkapi dengan data hasil wawancara dan FGD. Responden yang dijadikan objek pada riset dan pengabdian masyarakat ini adalah seluruh warga Desa Cintaratu. Hasil dari analisis diketahui bahwa dalam pemenuhan infomasi kesehatan, masyarakat Desa Cintaratu secara relatif masih rendah. Pemetaan media atau konsumsi media untuk pemenuhan infomasi kesehatan masih sangat rendah hanya sekitar dua persen. Penggunakan internet untuk hal-hal yang terkait kesehatan mencapai angka yang relatif lebih baik. Sementara itu pemenuhan kebutuhan infomasi lebih dominan dengan komunikasi langsung, yaitu dengan tokoh masyarakat atau sesama warga, kolega, keluarga, forum-forum pengajian, arisan, dan lain-lain. Sementara itu jaringan komunikasi kesehatan di Desa Cintaratu berbentuk interlocking personal network. Dengan tipologi jaringan ini, menunjukan ada beberapa individu yang berperan sebagai sumber infomasi kesehatan. Beberapa individu yang berperan sebagai sumber informasi tersebut antara lain: Bidan Ecih, tenaga medis di Puskesmas Selasari, Kader Oom, Kader Imas, dan Dokter Klinik Sandaan.

 

The Cintaratu community is a rural community that has quite complex health problems. This problem can not be separated from knowledge about health information which is still low. In disseminating effective health information, an appropriate strategy is needed. Health communication situation analysis and communication mapping are appropriate actions before disseminating health information. Methods The analysis of the communication situation and the mapping of the communication network uses the survey method and is also equipped with data from interviews and FGDs. Respondents who were used as objects in this research and community service were all residents of Cintaratu Village. The results of the analysis show that in fulfilling health information, the people of Cintaratu Village are still relatively low. Media mapping or media consumption for the fulfillment of health information is still very low, only around two percent. The use of the internet for health-related matters reaches relatively better numbers. Meanwhile, the fulfillment of information needs is more dominant with direct communication, namely with community leaders or fellow citizens, colleagues, family, recitation forums, social gatherings, and others. Meanwhile, the health communication network in Cintaratu Village is in the form of an interlocking personal network. With this network typology, it shows that there are several individuals who act as sources of health information. Several individuals who act as sources of this information include: Midwife Ecih, medical personnel at the Selasari Health Center, Oom Cadre, Imas Cadre, and Sandaan Clinic Doctor.


Keywords


analisis situasi komunikasi; jaringan komunikasi kesehatan; communication situations; health communication network

Full Text:

PDF

References


Rogers, E. M, & Kincaid, D. L. (1981). Communication Networks: Toward a New Paradigm for Research. Free Press. https://doi.org/10.1086/227967

Frantz, T. L. (2017). Theories of communication networks by Peter R. Monge and Noshir S. Contractor. Computational and Mathematical Organization Theory, 24(2), 277–280. https://doi.org/10.1007/s10588-017-9250-8

Fuady, I., Arifin, H. S., & Prasanti, D. (2017). Literasi Informasi Kesehatan: Penyuluhan informasi dalam pencegahan HIV Aids bagi masyarakat di kawasan wisata pangandaran. Darmakarya, 6(1), 34–37. https://doi.org/10.2134/jeq2004.0288

Prasanti, D., & Fuady, I. (2018). Analisis Jaringan Komunikasi Masyarakat dalam Kesiapan Menghadapi Bencana Longsor Di Kaki Gunung Burangrang Kab. Bandung Barat. Jurnal Kawistara, 8(1), 1. https://doi.org/10.22146/kawistara.32976

Rodiah, S., Budiono, A., & Rohman, S. (2018). Model Diseminasi Informasi Komunikasi Kesehatan Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Bandung Barat The Dissemination Model Of Health Communication Information in Rural. Jurnal Kajian Komunikasi, 6(2), 175–190. https://www.researchgate.net/publication/330129188_Model_Diseminasi_Informasi_Komunikasi_Kesehatan_Masyarakat_Pedesaan_di_Kabupaten_Bandung_Barat

Wood, B. A., Blair, H. T., Gray, D. I., Kemp, P. D., Kenyon, P. R., Morris, S. T., & Sewell, A. M. (2014). Agricultural science in the wild: A social network analysis of farmer knowledge exchange. PLoS ONE, 9(8). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0105203

Zulkarnain. (2015). Analisis Hubungan Jaringan Komunikasi Dengan Perubahan Taraf Penghidupan Dan Pola Pikir Dalam Pemberdayaan Pembudidaya Ikan di Kabupaten Kampar, Riau. In IPB. IPB.




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/ijocs.3.2.183-192

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Author(s)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.