Hidden Curriculum PAI-BP dan Tata Nilai Budaya dalam Membentuk Perilaku Keagamaan

Isti Rahayu, Khoirul Anwar

Abstract


Hidden curriculum merupakan bagian dari kurikulum yang merujuk pada penyaluran nilai, norma, maupun yang berkaitan dengan kepercayaan. Meskipun tidak dipelajari dan tercantum secara tertulis di dalam silabus, kurikulum ini mampu memberikan pengaruh terhadap perubahan persepsi, nilai, maupun perilaku peserta didik. Sehingga penyelenggaraan pembelajaran dilakukan secara seimbang, tidak sekedar transfer of knowledge, tetapi juga transfer of value. Alhasil output yang dihasilkan tidak mengalami ketimpangan, tetapi memiliki kemampuan seimbang baik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi hidden curriculum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam membentuk perilaku keagamaan peserta didik SMA Negeri 9 Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian bersifat deskriptif. Data diperoleh dari sumber data primer yaitu wawancara dan observasi, serta sumber data sekunder berupa dokumetasi. Teknik analisis yang digunakan adalah model Miles and Huberman yaitu melalui data reduction, data display, dan conclusion drawing. Berdasarkan analisis diperoleh hasil bahwa bentuk hidden curriculum yang ada telah mencakup aspek relatif tetap dan tidak tetap serta dikolaborasikan dengan tata nilai budaya Yogyakarta, tetapi lebih ditekankan pada pembiasaan ibadah seperti tadarus pagi, shalat berjamaah, infak mingguan, serta pembentukan akhlak melalui program kajian rutin, pembinaan iman dan takwa (IMTAQ) dan penekanan nilai budaya Yogyakarta seperti budaya senyum, salam, sapa, sopan santun (5S) dan inggih, monggo, matur nuwun, nuwun sewu (IMMAN), dan lain sebagainaya. Penekanan pada pembentukan akhlak tersebut didasarkan pada basis sekolah yaitu sekolah seni dan budaya yang menjunjung tinggi nilai budaya di Yogyakarta. Implementasi hidden curriculum tersebut pada dasarnya telah terlaksana dengan baik untuk membentuk perilaku keagamaan meliputi keyakinan, peribadatan, penghayatan, pengetahuan, dan pengalaman agama peserta didik. Dengan demikian, atas capaian tersebut diharapkan sekolah lain dapat mengikuti metode yang digunakan di SMA Negeri 9 Yogyakarta dalam pembentukan perilaku keagamaan peserta didik.

Kata Kunci: Hidden Curriculum; Pendidikan Agama Islam; Budaya; Perilaku Keagamaan

Full Text:

PDF

References


Agustin, A. B. S. (2020). Pengembangan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Pascasarjana FITK UIN Sunan Kalijaga.

Ancok, Djamaludin ; Suroso, F. N. (2001). Psikologi Islami. Pustaka Pelajar.

Anwar, K., & Choeroni, C. (2019). Model Pengembangan Pendidikan Karakter Berbasis Penguatan Budaya Sekolah Religius di SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang. Al-Fikri: Jurnal Studi Dan Penelitian Pendidikan Islam, 2(2), 90. https://doi.org/10.30659/jspi.v2i2.5155

Awaludin, A. (2022). Analisis Impleementasi Hidden Curriculum dalam Pengenmbangan Nilai-Nilai Kepemimpinan Siswa (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Darunnajah Jakarta). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Fauzi, M. (2019). Kolaborasi Hidden Curriculum dalam Penguatan Pendidikan Karakter Lingkungan Sekolah. Al-Ibrah, 4 No. 2.

Glock, C. Y., & Stark, R. (2014). Religion and Society in Tension. Rand Mc Nally & Company.

Karsadi. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Pustaka Pelajar.

Khoir, N. (2019). Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Metode Reward And Punishment. Faktor M: Focus Action of Research Matematic, 01, 160–178. https://doi.org/10.30762/f

Mahali, A. (2020). Kurikulum Tersembunyi dalam Pembelajaran PAI. Prosiding Pascasarjana IAIN Kediri, 217, 181–188.

Mansur, F. (2001). Pendidikan Populer, Membangun Kesadaran Kritis. Pustaka Pelajar.

Musrifah. (2016). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam. Edukasia Islamika, 1, 119.

Mustaghfiroh, H. (2014). Hidden Curriculum dalam Pembelajaran PAI. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 9(1), 147–162.

Mustofa, A. (2019). Metode Keteladanan Perspektif Pendidikan Islam. Studi Keislaman, 5.

Nuriyanto, L. K. (2015). Pengaruh Implementasi Pendidikan Agama terhadap Perilaku Keagamaan Peserta Didik SMA di Bawah Yayasan Keagamaan. Edukasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 13(3), 410. https://doi.org/10.32729/edukasi.v13i3.249

Rohinah M. Noor. (2012). The Hidden Curriculum Membangun Krakter Melalui Ekstrakulikuler. Insan Madani.

Rosyada, D. (2013). Paradigma Pendidikan Demokratis (5th ed.). Kencana Prenada Media Group.

Sanjaya, W. (2013). Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kencana Prenada Media Group.

Siswanto, H. (2019). Pentingnya Pengembangan Budaya Religius di Sekolah. Madinah: Jurnal Studi Islam, 6, 51–62.

Sudaryanti; Pamungkas, Joko; Harun; Syamsudin, A. (2020). Evaluasi Pembelajaran Tata Nilai Budaya Yogyakarta di Taman Kanak-Kanak se-Kabupaten Bantul Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Anak, 9 No 2.

Yuliana, L. M. (2021). Peran Core dan Hidden Curriculum dalam Pembentukan Kepribadian Siswa (Studi kasus di SMA Insan Kamil Tartila dan SMA Al-Asmaniyah Kabupaten Tangerang ). Jurnal Qathruna, 8(2), 85–105.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.