CERMIN BUDAYA MASYARAKAT MADURA DALAM PERSPEKTIF PENYAIR MADURA DALAM KUMPULAN PUISI “MADURA: AKU DAN RINDU” KARYA BENAZIR NAFILAH

Ira Fatmawati

Abstract


Masyarakat Madura selama ini terkenal karena telah menyebar di berbagai daerah baik di dalam negri ataupun di luar negri. Merantau adalah salah satu budaya yang sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat Madura. Hal tersebut terjadi karena selama ini letak geografis Pulau Madura yang  kering dan hanya mengandalkan hasil laut selain dari budidaya sawah atau kebun. Kebun dan sawah ditanami dengan sistem pengairan tadah hujan, sehingga lahan dapat ditanami apabila musim hujan saja. Selain itu Sumber Daya Manusia juga masih tertinggal dengan kota-kota lain yang ada di Jawa Timur, sehingga banyak masyarakat Madura yang pergi merantau untuk melanjutkan studinya. Masalah yang diangkat dalam penelitian jurnal ini yaitu “Bagaimana bentuk cermin budaya  masyarakat Madura dalam perspektif penyair Madura dalam kumpulan puisi “ Madura : Aku dan Rindu” karya Benazir Nafilah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskripstif. Sumber data yang digunakan yaitu kumpulan puisi “ Madura : Aku dan Rindu” karya Benazir Nafilah.Hasil penelitian ini terdapat beberapa deskripsi budaya masyarakat Madura tentang budaya melaut, sihr, berladang, penghargaan terhadap orang tua dan perempuan, celurit, garam, karapan sapi, singkong, jagung, tembakau, saronen, tong-tong, dan budaya idul Qurban. Dari analisis dekripsi budaya Madura yang terdapat di Pulau Madura Menurut perspektif penyair Madura tersebut merupan cermin realita budaya masyarakat Madura yang merupakan salah satu budaya Indonesia yang perlu diketahui, dilestarikan, dan dikembangkan.

 

Kata kunci: budaya Madura, Penyair Madura, Benazir Nafilah


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.